Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mulai berangsur normal. Penyaluran sebelumnya sempat mengalami antrean di sejumlah SPBU.
Upaya perbaikan distribusi dilakukan dengan mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam. Pasokan juga ditambah hingga 140% dari kondisi normal, disertai penambahan armada mobil tangki dan peningkatan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas.
Pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian turut dilakukan untuk mempercepat distribusi dari terminal ke SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penambahan suplai dan percepatan distribusi terus dilakukan.
"Kami menegaskan bahwa suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif. Namun demikian, apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, maka hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama," ujar Edi dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).
Di sisi distribusi, penguatan juga dilakukan dengan mengaktifkan nozzle tambahan di SPBU serta mempercepat aktivasi QR Code agar pembelian lebih terkontrol. Opsi penyaluran lain juga disiapkan untuk mengurai antrean di lapangan.
Terkait SPBU yang sempat tidak beroperasi, dilakukan evaluasi operasional, termasuk pengecekan stok dan kesiapan layanan. Pengawasan juga diperketat agar pelayanan tetap berjalan.
Secara umum, penyaluran BBM tercatat tinggi dan stok dalam kondisi aman. Namun, antrean masih terjadi di beberapa SPBU karena lonjakan konsumsi di titik tertentu, sehingga BBM cepat habis.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dilakukan untuk menjaga distribusi, termasuk menindak praktik penimbunan dan spekulan.
Menjelang akhir pekan dan libur panjang, distribusi terus dioptimalkan agar pasokan tetap tersedia. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan untuk menghindari antrean panjang.
(fdl/fdl)










































