Dua Tetangga Indonesia Direstui Iran Lewat Selat Hormuz

Dua Tetangga Indonesia Direstui Iran Lewat Selat Hormuz

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 29 Mar 2026 05:55 WIB
The Parnassos crude oil tanker sits anchored as the traffic is down in the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 10, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Ilustrasi Selat Hormuz.Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Jakarta -

Dua tetangga Indonesia telah mendapat restu Iran melewati Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dari timur tengah. Kedua tetangga itu adalah Malaysia dan Thailand.

Dikutip dari Bernama, tujuh kapal tanker milik perusahaan Malaysia diizinkan melintas di Selat Hormuz. Ketujuh kapal tersebut milik Petronas dan Sapura Energy.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan pihaknya masih menunggu izin melewati Selat Hormuz untuk tujuh kapal tanker milik perusahaan Malaysia. Saat ini, tujuh kapal tersebut masih menunggu kesempatan yang aman untuk melanjutkan perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohamad mengatakan, pemerintah Iran telah memberi sinyal positif permintaan Malaysia untuk mengizinkan kapal-kapal tersebut melanjutkan perjalanannya.

"Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya telah menghubungi rekan-rekan kami, dan mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kapal tanker harus menunggu giliran mereka," terang Hasan dikutip dari Bernama, Sabtu (28/3/2026).

ADVERTISEMENT

"Kami ingin memastikan semua kapal dapat melewati dengan aman, karena situasi di Selat Hormuz sangat tegang, dengan lalu lintas kapal yang padat yang mencoba keluar. Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan," sambungnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan CNA, Thailand juga telah mendapat restu Iran untuk berlayar melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengaku telah mencapai kesepakatan untuk izin melintas Selat Hormuz dengan aman.

Kondisi ini otomatis mengurangi kekhawatiran impor bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, kapal tanker Thailand terjebak sejak meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu.

"Kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz," kata Anutin dikutip dari CNA, Sabtu (28/3/2026).

"Dengan adanya kesepakatan ini, ada keyakinan yang lebih besar bahwa gangguan seperti yang terjadi pada awal Maret tidak akan terulang," tambahnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads