Kondisi Terkini Kapal Pertamina yang Masih Berada di Timur Tengah

Kondisi Terkini Kapal Pertamina yang Masih Berada di Timur Tengah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 29 Mar 2026 14:32 WIB
Sebuah kapal tanker berbendera Indonesia sempat menghebohkan dunia pada awal 2024 silam. Kapal tersebut berhasil melintasi Laut Merah yang kala itu sedang memanas.
Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta -

Pemerintah Iran memberikan sinyal positif bagi dua kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai menyiapkan teknis untuk melintas pada selat yang ditutup Iran di tengah perang melawan Amerika Serikat (AS) yang bersekutu dengan Israel.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan teknis perlintasan di Selat Hormuz. Saat ini kedua kapal Pertamina, Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia. Vega juga menekankan kru dan awak kapal sejauh ini terpantau dalam keadaan aman.

"PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (29/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri atas dukungan penuh dalam menangani situasi ini.

ADVERTISEMENT

"Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan," tutur Vega.

Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Pihaknya juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menyebut pemerintah Iran memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Dua kapal Pertamina itu bersiap untuk melintas setelah tertahan imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Dia memastikan Kemlu RI dan KBRI Tehran akan terus koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.

Seperti diketahui, Selat Hormuz nyaris sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari lalu. Penutupan itu mengacaukan pasar energi global dan membuat ratusan kapal tanker dan kapal-kapal lainnya, termasuk kapal-kapal Indonesia, terjebak di perairan strategis tersebut.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads