Trump Ngaku Mau Rampas Minyak Iran: yang Tanya Kenapa, Orang Bodoh!

Trump Ngaku Mau Rampas Minyak Iran: yang Tanya Kenapa, Orang Bodoh!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 14:55 WIB
Perang Iran Memanas: Trump Ancam Luluh Lantakkan Total Rezim Iran
Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump blak-blakan mengaku ingin merampas minyak Iran dan sedang mempertimbangkan untuk merebut pusat ekspor minyak Iran, Pulau Kharg. Ambisinya itu diakui banyak mendapat pertanyaan dari warga AS.

"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan 'Kenapa Anda melakukan itu?' Mereka orang bodoh," kata Trump dikutip dari CNBC, Senin (30/3/2026).

Trump lantas menyamakan langkah itu dengan ambisi AS untuk menguasai industri minyak Venezuela setelah menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Trump, AS memiliki banyak pilihan termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg dalam jangka waktu lama.

"Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Pulau Kharg merupakan pusat minyak yang menangani sekitar 90% ekspor minyak Iran. Negara itu telah lama mengandalkan minyak sebagai tulang punggung ekonomi.

Pulau Kharg adalah daratan karang yang luasnya sekitar sepertiga Manhattan, AS dan terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia. Warga mengenal Pulau Kharg sebagai Pulau Terlarang karena pengawasan militer yang ketat.

Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dari ladang utama Iran seperti Ahvaz, Marun dan Gachsaran dialirkan melalui pipa ke pulau ini. Menurut Reuters, Iran menyuplai sekitar 4,5% minyak global dengan produksi harian 3,3 juta barel minyak mentah serta 1,3 juta barel kondensat dan cairan lainnya.

Sejak lama, Pulau Kharg menjadi tulang punggung ekonomi Iran. Dokumen CIA pada 1984 menyebut fasilitas di sana sebagai yang paling vital dalam sistem minyak Iran dan operasionalnya sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi negara.

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid bahkan menyebut penghancuran terminal tersebut dapat melumpuhkan ekonomi Iran dan menjatuhkan rezim.

Saksikan juga Blak-blakan: Strategi InJourney Perkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata RI, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

(aid/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads