Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%

Harga BBM Turun Rp 3.000/Liter, Australia Pangkas Pajak 50%

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 10:42 WIB
Harga BBM dan Kebutuhan Pokok di Australia Naik, Warga Indonesia Ikut Terkena Dampaknya
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pemerintah Australia akan memangkas pajak bahan bakar minyak (BBM) 50% dan menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan. Kebijakan itu dilakukan guna meredam lonjakan harga yang dialami masyarakat akibat perang di Timur Tengah.

"Kami memahami tekanan biaya bagi masyarakat sangat nyata karena dampak perang di belahan dunia lain terjadi di sini," ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

Pengurangan separuh pajak akan mengurangi biaya BBM sebesar 26,3 sen Australia atau sekitar Rp 3.064 per liter (kurs Rp 11.653). Akibat kebijakan itu, total biaya yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 29,71 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia telah melonjak sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran pecah dari akhir Februari 2026. Harga Brent melonjak 59% pada Maret 2026, kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah hingga menembus level US$ 115,66 per barel ketika pasar dibuka pada awal pekan ini.

ADVERTISEMENT

Untuk meredam lonjakan harga minyak, pemerintah Australia sebelumnya juga mengumumkan pelepasan bensin dan solar dari cadangan domestik dan pelonggaran sementara standar kualitas BBM.

Australian Petroleum Institute melaporkan harga eceran rata-rata solar naik menjadi lebih dari 3 dolar Australia atau Rp 34.959 per liter pada pekan lalu. Sementara bensin menjadi 2,50 dolar Australia atau Rp 29.132 per liter.

Australia memiliki stok BBM tertinggi dalam 15 tahun terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekomendasi Badan Energi Internasional (IEA) yaitu 90 hari. Angka terbaru pemerintah hingga pekan lalu menunjukkan BBM diesel cukup untuk 30 hari, bahan bakar jet 30 hari dan bensin (gasoline) 39 hari.

"Meskipun prospek pasokan bahan bakar Australia tetap aman dalam jangka pendek, semakin lama perang ini berlangsung, semakin buruk dampaknya," tutur Albanese.

Simak Video 'Viral Isu Harga BBM Naik, Pertamina Buka Suara':

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads