Harga BBM Tidak Naik, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Energi

Harga BBM Tidak Naik, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Energi

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2026 16:30 WIB
Harga BBM Tidak Naik, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Energi
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 dianggap tepat untuk menjaga daya beli masyarakat.

Meski begitu, pemerintah diminta untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, optimalisasi lifting minyak dan gas, dan percepatan program substitusi energi seperti pengembangan bahan bakar nabati.

Pasalnya, menjaga stabilitas harga BBM perlu diiringi dengan upaya jangka panjang. Upaya ini dianggap perlu untuk mendorong kemandirian Indonesia di sektor energi dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dukungan terhadap kebijakan ini juga perlu dibarengi dengan penguatan produksi dan diversifikasi energi. Dengan demikian, ketahanan energi nasional akan semakin kokoh ke depan," ungkap Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Jamaludin menilai langkah pemerintah tepat di tengah tekanan harga minyak dunia yang masih berada di atas US$ 100 per barel. Menurutnya, kepastian harga BBM ini menjadi langkah pemerintah di tengah konflik Timur Tengah.

"Kami mendukung penuh pernyataan Menteri ESDM yang memastikan harga BBM tetap stabil. Ini adalah langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengelola sektor energi secara adaptif dan terukur. Sementara kebijakan untuk BBM non-subsidi yang mengikuti dinamika pasar, dianggap upaya menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan keberlanjutan fiskal negara.

"Pendekatan yang ditempuh pemerintah sudah tepat, di mana masyarakat tetap dilindungi, sementara mekanisme pasar tetap berjalan untuk sektor non-subsidi. Ini menunjukkan kebijakan yang seimbang dan terukur," pungkasnya.

Simak juga Video Komisi VI DPR Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM: Stok Aman!

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads