Harga Stabil Rp 4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis bagi Kendaraan

Harga Stabil Rp 4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis bagi Kendaraan

Dhafin Armia - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2026 16:58 WIB
Bahan Bakar Gas (BBG)
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraan darat sebagai opsi energi yang lebih ekonomis, stabil, dan ramah lingkungan. Langkah ini juga disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan dan harga energi dunia.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menilai optimalisasi BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) penting untuk membantu menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memanfaatkan gas bumi domestik.

"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas, Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut BBG menawarkan sejumlah keuntungan, baik bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG dipatok stabil di seluruh SPBG sebesar Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Angka ini dinilai lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi sehingga dapat menekan biaya operasional kendaraan.

ADVERTISEMENT

Selain lebih ekonomis, BBG juga disebut lebih ramah lingkungan. Emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah, bahkan diklaim hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM. Pemanfaatannya dinilai sejalan dengan upaya percepatan penggunaan energi bersih dan target Net Zero Emission pemerintah.

"Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan," jelas Fajriyah.

Selain itu, PGN juga menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) dengan menghadirkan layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, Kalimalang, Jakarta Timur, serta 6-10 April 2026 di SPBG Bogor. Layanan itu meliputi pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan ke BBG.

Untuk mendukung pemanfaatan BBG, PGN menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), dan 1 Mother Station untuk melayani kebutuhan BBG.

"Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat," tutup Fajriyah.

Lihat juga Video: Bukan Bensin atau Listrik, Motor Bahan Bakar Gas ini Mejeng di IIMS 2023

(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads