Krisis Energi, AC di Kantor Malaysia Tak Boleh Dingin, Pakaian Disesuaikan

Krisis Energi, AC di Kantor Malaysia Tak Boleh Dingin, Pakaian Disesuaikan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2026 16:09 WIB
The flag of Malaysia is composed of a field of 14 alternating red and white stripes along the fly and a blue canton bearing a crescent and a 14-point star known as the Bintang Persekutuan (Federal Star). The 14 stripes, of equal width, represent the
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalidsa Sukprasert
Jakarta -

Gangguan rantai pasok energi global imbas perang di Timur Tengah, Malaysia terpaksa melakukan berbagai langkah penghematan untuk menekan konsumsi energi. Terbaru, tetangga Indonesia ini memutuskan untuk mengatur penggunaan pendingin ruangan (AC) di kantor-kantor pemerintah.

Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki mengatakan keputusan untuk menurunkan penggunaan AC ini dikeluarkan oleh kabinet pemerintahan Negeri Jiran. Langkah tersebut akan berlaku di semua kantor pemerintah, termasuk MACC.

"Sesuai instruksi Kabinet, suhu pendingin ruangan akan dinaikkan, dan kita mungkin diperbolehkan mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring dengan kenaikan suhu," kata Azam seperti dikutip dari Straits Times, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mungkin bisa mengenakan kemeja lengan pendek dan sebagainya," tambahnya.

Azam menjelaskan langkah penghematan ini menjadi penting seiring meningkatnya harga batu bara dan gas alam yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik negara. Sementara kedua komoditas energi itu sebagian besar didapatkan Malaysia dari impor.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, pada Rabu (1/4) kemarin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi mengumumkan kementerian federal, lembaga pemerintah, badan hukum, dan entitas terkait pemerintah akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias WFH mulai 15 April mendatang.

Langkah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi BBM masyarakat, memastikan pasokan energi yang cukup secara berkelanjutan, dan mengurangi beban pengeluaran pemerintah.

"Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil," kata Anwar dalam sebuah pengarahan khusus.

Untuk diketahui, selama ini Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang cukup besar, di mana setiap warga yang memenuhi syarat hanya membayar RM 1,99 per liter bensin. Sementara barga bahan bakar nonsubsidi akan tetap mengikuti harga pasar global.

Namun, seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah global imbas konflik dan penutupan Selat Hormuz, Anwar pada akhirnya harus memangkas kuota BBM bersubsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.




(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads