Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Kebut Pengembangan EBT

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Kebut Pengembangan EBT

Renaldi Saputra - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2026 21:56 WIB
Pertamina Kebut Pengembangan EBT
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini semakin diperkuat di tengah dinamika geopolitik global yang memicu volatilitas pasokan serta harga energi dunia.

Kondisi tersebut mendorong perlunya solusi energi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pengembangan EBT merupakan langkah strategis perusahaan.

Selain untuk menjaga ketahanan energi nasional, langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menuju masa depan energi yang berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan," ujar Baron, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

Hingga akhir 2025, Pertamina telah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 gigawatt hour (GWh) yang berasal dari berbagai sumber energi rendah karbon. Salah satu kontributor utama adalah energi panas bumi (geothermal) yang dimanfaatkan sebagai sumber listrik di berbagai pembangkit, dengan total kapasitas terpasang mencapai 3.271 megawatt (MW).

Adapun kontribusi kapasitas tersebut berasal dari sejumlah sumber, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, gas to power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, gas to power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, energi surya dari Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW, serta panas bumi sebesar 772,5 MW.

Selain itu, subholding Pertamina New & Renewable Energy juga memperkuat portofolio energi bersih melalui kepemilikan saham pada perusahaan Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), yang menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 669,3 MW.

Pengembangan energi bersih ini tidak hanya difokuskan pada sektor komersial. Pertamina juga mendorong pemanfaatannya di tingkat masyarakat sebagai bagian dari transisi energi.

Hingga saat ini, Pertamina telah membangun 252 Desa Energi Berdikari (DEB) di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan, seperti panel surya, mikrohidro, biogas, dan energi bersih lainnya.

"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi," ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 lokasi DEB tercatat mampu memproduksi 15,8 ribu ton bahan pangan beras serta 890,4 ton bahan pangan nonberas. Capaian ini turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus memperluas inisiatif berbasis energi bersih yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini diharapkan tidak hanya membuat Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi gejolak ekonomi dan perubahan iklim, tetapi juga mendorong lahirnya pusat kemandirian energi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut juga sejalan dengan target RUEN pemerintah. Melalui komitmen ini, Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga turut mendorong percepatan transisi energi sekaligus penurunan emisi karbon di Indonesia.




(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads