Trump Ancam Bombardir Iran, Targetkan Jembatan-Pembangkit Listrik

Trump Ancam Bombardir Iran, Targetkan Jembatan-Pembangkit Listrik

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2026 23:00 WIB
President Donald Trump speaks about the Iran war from the Cross Hall of the White House on Wednesday, in Washington. Alex Brandon/Pool/AP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto: Alex Brandon/Pool/AP
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan untuk meningkatkan serangan terhadap infrastruktur di Iran. Targetnya adalah jembatan dan pembangkit listrik.

Ancaman tersebut dilontarkan seiring negosiasi yang dilakukan melalui perantara dengan para pemimpin baru di Iran yang menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang terbatas.

"Militer AS bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu Pembangkit Listrik. tulis Trump di media sosial pada Kamis malam dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman itu dilakukan agar kepemimpinan Iran untuk segera mengambil langkah guna meredakan konflik. "(Kepemimpinan Iran) Tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, CEPAT!" sambung Trump.

Sebelumnya, ia mengunggah video pemboman jembatan yang baru dibangun antara Teheran dan Karaj di dekatnya oleh AS. Jembatan B1 dijadwalkan dibuka untuk lalu lintas tahun ini. Atas serang itu, media pemerintah Iran, melaporkan terdapat delapan orang tewas dan 95 lainnya terluka dalam serangan AS tersebut.

ADVERTISEMENT

"Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah pernyataan.

Media Iran jug melaporkan serangan pesawat tak berawak pada Jumat pagi terhadap gudang bantuan Bulan Sabit Merah di daerah Choghadak, provinsi Bushehr selatan, dan mengatakan dua kontainer hancur. Bushehr, sebuah kota pelabuhan utama dan pusat maritim penting, juga menjadi lokasi fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Iran.

Citra satelit juga menunjukkan asap mengepul dari pelabuhan di Qeshm, sebuah pulau Iran yang berlokasi strategis di Selat Hormuz, awal pekan ini.

Meskipun demikian, Iran dan sekutunya terus menyerang target di sekitar Teluk. Kuwait Petroleum Corporation mengatakan kilang Mina al-Ahmadi miliknya dihantam drone, yang menyebabkan kebakaran di unit-unit operasional, tetapi tidak ada laporan korban luka, menurut kantor berita negara.

Kementerian pertahanan Arab Saudi mengatakan pada hari Jumat bahwa sistem pertahanan udaranya mencegat tujuh drone dalam beberapa jam terakhir, menurut kantor berita negara tersebut.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads