Bahlil soal Impor Minyak Rusia: Kalau Jadi, Saya Kabari!

Bahlil soal Impor Minyak Rusia: Kalau Jadi, Saya Kabari!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2026 08:25 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Pemerintah membuka peluang impor minyak Rusia di tengah memanasnya konflik timur tengah. Saat ini pasokan minyak dunia tersendat usai Iran menutup Selat Hormuz setelah diserang Israel dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tidak menyanggah dan tidak mengiyakan opsi impor tersebut. Namun, Bahlil menekankan bahwa Indonesia tidak akan memilih-milih sumber impor minyak di tengah kondisi pasokan global yang semakin ketat.

"Kalau sudah jadi (impor minyak dari Rusia) saya akan kabari ya. Tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus, negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM," katanya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menambahkan, pasar energi global membuat mekanisme perdagangan tidak lagi berjalan normal. Negara-negara kini saling berebut pasokan minyak, sehingga pemerintah harus bersikap fleksibel dalam menentukan sumber impor.

"Jadi, kita jangan milih-milih sekarang. Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain," tambah Bahlil.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti praktik di lapangan, yaitu kargo minyak yang sudah ditender bahkan bisa berpindah ke pihak lain jika ada pembeli yang berani membayar lebih tinggi. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat.

"Bayangkan sekarang ini, orang udah melakukan tender aja, barangnya udah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi. Jadi, kita sekarang membuat beberapa alternatif, yang penting bagi kita adalah, bagi pemerintah adalah, menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," jelas Bahlil.

Simak juga Video 'Bahlil Minta Masyarakat Beli BBM Wajar: Isi 50Liter/Hari Tangki Sudah Penuh':

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads