Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik sampai akhir 2026. Kebijakan itu diambil di tengah harga minyak mentah dunia yang sedang mengalami kenaikan akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan keputusan itu membuktikan bahwa Prabowo berada di tengah-tengah rakyat. Ia meminta masyarakat tidak lupa berterima kasih kepada orang nomor satu di Indonesia itu.
"Pemerintah menghitung, Pak Purbaya (Menteri Keuangan) nih, tapi perintahnya dari presiden karena menteri itu kan pembantu presiden. Jadi kalau Pak Purbaya menjalani perintah, itu pasti datang dari presiden. Jadi jangan lupa berterima kasih kepada Pak Presiden kita, Pak Prabowo," kata Misbakhun dalam acara detikPagi bertajuk 'Menilik Strategi Kebijakan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global', Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misbakhun menyebut Indonesia turut terdampak kenaikan harga minyak dunia, hanya saja risiko kenaikannya ditanggung oleh negara melalui subsidi. Jika tidak, dampaknya akan seperti negara lain yang mengalami kenaikan harga BBM.
"Perintahnya tidak naik dulu yang subsidi. Dicarikan hitung-hitungan kalkulasinya, sanggup negara sampai harga minyak dunia rata-rata US$ 100 nggak perlu naik. Ketika tidak naik, itu akhirnya harganya tetap murah, maka ditanggung oleh negara subsidinya. Kalau nggak ditanggung, coba di Singapura harganya puluhan ribu, kita masih belasan ribu," tutur Misbakhun.
Misbakhun heran masih ada pihak yang menyalahkan keputusan pemerintah itu. Padahal jika harga BBM dinaikkan, dampaknya dinilai akan ngeri terhadap perekonomian.
"Pemerintah nggak naikin pun disalahin, pemerintah ini bodoh katanya, ada yang bilang begitu. Dunia naikin, Indonesia nggak naikin. Loh pemerintah ambil alih beban rakyatnya kok disalahin. Kalau ikutin mekanisme pasar, ya kasihan rakyatnya," imbuh Misbakhun.
Misbakhun mengungkapkan salah satu dampak kenaikan harga BBM adalah terjadinya inflasi yang tinggi. Dampaknya akan kepada daya beli masyarakat dan pelemahan pertumbuhan ekonomi.
"Inflasi ini penyakit paling berbahaya dalam ekonomi karena menyebabkan harga-harga naik. Kalau harga-harga naik, kalian yang tadinya misalnya beli gorengan Rp 10 ribu dapat 5, tiba-tiba uang Rp 10 ribu cuma dapat 3 gorengan. Atau yang tadinya gorengannya gede, kemudian menciut. Ini yang terjadi," ungkapnya.
"Ini lah yang dijaga oleh Pak Prabowo. Gen Z nggak boleh tidak berterima kasih ke Pak Prabowo. Beliau ini lah yang selama ini selalu memikirkan nasib masyarakat," pungkasnya.
(acd/acd)










































