Belum Direstui Iran Lewat Hormuz, RI Cari Minyak di Luar Timur Tengah

Belum Direstui Iran Lewat Hormuz, RI Cari Minyak di Luar Timur Tengah

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 17:44 WIB
VLCC Pertamina Prime
Ilustrasi kapal tanker Pertamina.Foto: Dok.Pertamina
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap aman meskipun terjadi gangguan jalur distribusi global, khususnya di Selat Hormuz.

Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam - Sesditjen Migas dalam RDP dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

"Dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," ujar Rizwi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepastian pasokan LPG dan BBM aman tersebut dilakukan dengan langkah-langkah mitigasi yang dilakukan Kementerian ESDM.

Pertama, Kementerian ESDM melakukan pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. Hal ini ditandai dengan telah diterbitkannya Surat Pengaturan dari Ditjen Migas dan BPH Migas.

ADVERTISEMENT

Kedua, Kementerian ESDM mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN.

Ketiga, menyangkut minyak mentah, Kementerian ESDM menginstruksikan kepada seluruh K3S agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor.

"Artinya, produksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk hilang minyak di dalam negeri," ujarnya.

Keempat, mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri. Kelima, Kementerian ESDM sedang melakukan pencarian LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri. Di mana LPG yang selama ini dijual ke industri diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg.

"Kami juga mengupayakan sumber-sumber LPG lain di negara-negara Asia dan ASEAN. Selain itu, kami juga menginstruksikan kepada kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran kepada Pertamina Patra Niaga yang tadinya produksinya dijual kepada industri, tapi kami memberikan usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat," jelas Rizwi.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads