Proyek pembangkit listrik energi terbarukan bakal dikebut di era Presiden Prabowo Subianto. Rencananya pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt bakal dibangun dua tahun ke depan.
Prabowo bilang dengan program tersebut, impor BBM jauh lebih besar bisa ditekan. Bahkan bisa saja 2-3 tahun ke depan Indonesia tak lagi impor BBM untuk kebutuhan pembangkit listrik.
"Dan dengan nanti 100 Gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar," beber Prabowo saat meresmikan pabrik kendaraan listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, disiarkan virtual, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah putuskan dan akan kita jalankan program elektrifikasi 100 gigawatt. 100 Gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun," tegasnya.
Sejalan dengan proyek 100 gigawatt, Prabowo berencana menutup belasan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Setidaknya ada 13 PLTD milik PLN yang ditargetkan tutup lebih dulu.
"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN, akan kita tutup," tegas Prabowo.
Prabowo melanjutkan dengan menutup belasan pembangkit listrik diesel saja, Indonesia bisa hemat sampai 20% BBM impor. Sekitar 200 ribu barel bisa dihemat setiap harinya dari program penutupan 13 PLTD yang mau dilakukan pemerintah.
"Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari. Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20%," papar Prabowo.
Simak juga Video Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Uang Kita Banyak, Beunghar











































