AS Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Meroket!

Detik Pagi

AS Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Meroket!

Trypama Randra - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2026 07:58 WIB
Jakarta -

Tensi perang di Timur Tengah perlahan kembali mendidih. Perundingan perdamaian gagal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang, bahkan AS justru memberikan ancaman baru untuk memblokade kapal melewati Selat Hormuz.

Kejadian-kejadian tersebut kembali mengerek naik harga minyak dunia. Dilansir dari CNBC, Senin (13/4/2026), harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Mei 2026 melonjak hampir 8% menjadi US$ 104,20 per barel pada pukul Minggu sore.

Sementara itu, patokan harga internasional Brent untuk pengiriman Juni 2026 naik 7% menjadi US$ 101,86 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan pada hari Minggu militer akan memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada hari Senin pukul 10.00 waktu setempat (eastern time/ET). Tapi AS menegaskan tidak akan menghalangi kapal yang cuma melakukan transit dari dan ke pelabuhan non-Iran.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump yang mengumumkan pertama kali ancaman untuk memblokade Selat Hormuz pada hari Minggu. Ancaman muncul usai AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dalam negosiasi alot di Pakistan.

ADVERTISEMENT

"Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan di media sosial Truth.

China Serukan Navigasi Tanpa Hambatan di Selat Hormuz

Sejumlah negara pun buka suara pasca Presiden Trump memerintahkan untuk memblokade Selat Hormuz.

Salah satunya China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menyerukan navigasi "tanpa hambatan" dalam melintasi jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Guo mengatakan bahwa Beijing berharap AS dan Iran tidak akan menyulut kembali perang di Timur Tengah, setelah perundingan antara Washington dan Teheran yang digelar di Pakistan pada akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan.

"Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi, dan menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran arus adalah kepentingan bersama komunitas internasional," kata Guo Jiakun, seperti dilansir AFP, Senin (13/4/2026).

"China berharap pihak-pihak terkait akan mematuhi perjanjian gencatan senjata sementara, lanjut menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, menghindari berkobarnya kembali perang dan menciptakan kondisi untuk kembalinya perdamaian dan ketenangan di kawasan Teluk secepatnya," tutur Guo.

Turki Serukan Buka Selat Hormuz Segera Mungkin

Sama seperti China, Turki menyerukan agar jalur perairan strategis Selat Hormuz dibuka kembali "sesegera mungkin". Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan, saat berbicara kepada Anadolu Agency, mengatakan bahwa Ankara mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz secara damai.

Dia menyebut dunia menginginkan navigasi yang bebas dan tanpa gangguan melalui Selat Hormuz.

"Negosiasi dengan Iran harus dilakukan, metode persuasi harus digunakan, dan selat harus dibuka sesegera mungkin," cetus Fidan dalam pernyataannya.

Alarm BBM Malaysia Bunyi

Selain itu, akibat tensi perang di Timur Tengah yang kembali mendidih membuat Malaysia bersiap menghadapi potensi kelangkaan BBM yang diperkirakan terjadi mulai Juni 2026.

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengatakan periode Juni-Juli 2026 akan menjadi fase krusial dalam menjaga ketersediaan energi nasional.

"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujar Akmal dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4/2026).

Selain itu, Akmal menyebut ketersediaan bahan baku lain berbasis minyak dan gas termasuk untuk industri farmasi dan alat kesehatan juga perlu dijaga.

Pemerintah setempat menyebut pasokan energi masih dalam kondisi aman untuk April-Mei 2026. Tantangan terbesar adalah memastikan pasokan mulai Juni 2026 dan seterusnya.

Peningkatan permintaan BBM di beberapa daerah telah menyebabkan gangguan di beberapa SPBU. Meski demikian, langkah-langkah untuk memulihkan pasokan segera diterapkan.

"Saya ingin menekankan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi," ujar Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, Fuziah Salleh.

Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Selasa (14/4/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads