Pertamina Pantau Posisi Kapal Secara Real Time, Begini Caranya

Pertamina Pantau Posisi Kapal Secara Real Time, Begini Caranya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2026 14:36 WIB
Kapal Pertamina
Ilustrasi/Foto: Dok PT. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Subholding Downstream Pertamina memperkuat pengelolaan distribusi energi nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya melalui sistem monitoring armada kapal yang terintegrasi. Pengelolaan sistem ini dilakukan melalui Command Centre di Kantor Pusat Pertamina.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas distribusi energi di tengah dinamika operasional. Command Centre menjadi pusat pemantauan operasional kapal secara harian, baik kapal milik maupun kapal charter.

"Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, kami memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap pergerakan armada. Hal ini memungkinkan kami merespons dinamika operasional dengan lebih cepat serta menjaga ketepatan distribusi energi di berbagai wilayah," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif menjelaskan dari ruang ini, pergerakan armada dipantau secara menyeluruh, mulai dari posisi, kecepatan, hingga progres pelayaran di setiap rute distribusi. Melalui sistem berbasis data yang terintegrasi, pemantauan dilakukan secara real-time sehingga memberikan visibilitas yang lebih utuh terhadap pergerakan armada. Hal ini memungkinkan tim operasional untuk mengantisipasi potensi keterlambatan serta melakukan penyesuaian operasional secara lebih cepat dan tepat.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sistem monitoring juga dilengkapi dengan pengawasan berbasis CCTV yang terpasang di kapal. Snapshot CCTV dikirim secara berkala ke darat dan ditampilkan dalam dashboard operasional, sehingga aktivitas di kapal tetap dapat dipantau secara berkelanjutan.

Sistem ini dilengkapi dengan fitur alert dan reporting yang memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai kondisi operasional, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data. Digitalisasi juga turut mendorong transparansi dalam pengelolaan distribusi energi, termasuk melalui pemanfaatan sistem monitoring yang dapat diakses bersama dengan mitra kapal charter.

Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan fitur fraud detection untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan operasional. Penguatan sistem ini didukung oleh implementasi Enhanced Daily Tanker Position (EDTP) 3.0 yang menghadirkan peningkatan stabilitas sistem serta integrasi data operasional yang lebih komprehensif.

Pemanfaatan fitur seperti geofencing dan integrasi data geografis, termasuk cuaca dan alur pelayaran, turut mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih akurat. Sistem ini juga terpantau oleh Pertamina Integrated Digital Command Center (PIDCC) atau Pertamina Hub, yakni pusat kendali digital terintegrasi yang mengonsolidasikan berbagai data operasional secara real-time dalam satu platform. Integrasi ini memungkinkan pemantauan armada secara menyeluruh dalam satu ekosistem yang terpusat, didukung oleh data visual dari CCTV di kapal untuk memperkuat visibilitas operasional.

Tidak hanya memastikan kelancaran distribusi, sistem ini juga menjadi langkah antisipatif dalam memitigasi potensi penyimpangan serta risiko operasional di lapangan. Arif menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berfokus pada aspek monitoring, tetapi juga memastikan distribusi energi dapat berjalan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan di berbagai wilayah.

"Pada prinsipnya, yang kami monitor bukan hanya pergerakan armada, tetapi juga memastikan energi dapat terus tersalurkan secara berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi masyarakat di berbagai wilayah," tambah Arif.

Tonton juga video "Bahlil Minta Doa Kapal Pertamina di Selat Hormuz Diizinkan Lewat"

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads