Warga AS Salahkan Trump Harga BBM Naik, Jawabannya Bikin Geram

Warga AS Salahkan Trump Harga BBM Naik, Jawabannya Bikin Geram

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2026 11:55 WIB
President Donald Trump speaks about the Iran war from the Cross Hall of the White House on Wednesday, in Washington. Alex Brandon/Pool/AP
Donald Trump/Foto: Alex Brandon/Pool/AP
Jakarta -

Warga Amerika Serikat (AS) ramai-ramai 'menunjuk' Presiden Donald Trump sebagai biang kerok tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di Negeri Paman Sam. Di mana kenaikan harga ini merupakan salah satu konsekuensi dari perang lawan Iran.

Melansir CNBC, Jumat (17/4/2026), dalam jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh Universitas Quinnipiac, sebanyak 65% dari responden AS yang terdaftar menyalahkan Trump atas kenaikan harga BBM saat ini. Baik sebagai penyebab utama maupun sedikit banyak terlibat dalam kenaikan harga tersebut.

Selain itu, dalam jajak pendapat yang sama hanya 38% responden yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian AS saat ini. Menunjukkan ketidakpuasan warga AS atas kondisi ekonomi dan tingginya harga BBM. Meski ketidakpuasan ini tampak tak begitu dihiraukan oleh Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yah, harganya tidak terlalu tinggi," kata Trump kepada seorang reporter di Gedung Putih saat ditanya berapa lama lagi warga AS harus menghadapi harga bensin yang tinggi.

ADVERTISEMENT

Trump berpendapat kenaikan harga BBM di Negeri Paman Sam saat ini tidak setinggi yang diperkirakan sebagai akibat dari perang di Timur Tengah, yang menurutnya penting karena bertujuan untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

"Faktanya, jika Anda perhatikan, pasar saham sedang naik, semuanya berjalan sangat baik, dan hal terpenting yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujarnya.

Untuk diketahui, harga BBM di AS telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan sejak konflik di Timur Tengah pecah pada 28 Februari lalu. Tercatat harga bensin telah melonjak sekitar 49% dibandingkan rata-rata harga pada awal tahun ini.

Pada awal 2026, harga rata-rata bensin reguler sedikit di atas US$ 2,75 per galon. Sementara per Kamis (16/4) waktu AS, harga rata-rata bensin reguler kini sudah mencapai US$ 4,093 per galon.

Sementara untuk rata-rata harga bahan bakar diesel di AS pada Januari 2026 lalu masih berada sedikit di atas US$ 3,50 per galon. Namun kini harga BBM jenis ini sudah meningkat ke kisaran US$ 5,65 per galon.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads