Selat Hormuz Ditutup Lagi, Begini Kondisi Terkini 2 Kapal Pertamina

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Begini Kondisi Terkini 2 Kapal Pertamina

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 19 Apr 2026 10:27 WIB
Birds fly near a boat in the Strait of Hormuz amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, as seen from Musandam, Oman, March 2, 2026.REUTERS/Amr Alfiky
Foto: REUTERS/Amr Alfiky
Jakarta -

Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) setelah baru beberapa jam dibuka. Tindakan itu diambil karena Amerika Serikat (AS) dianggap telah melanggar janji dengan melanjutkan blokade angkatan lautnya terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan Iran.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Vega Pita mengatakan ada dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz saat ini. Kondisinya diklaim dalam keadaan aman.

"Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman," kata Vega kepada detikcom, Minggu (19/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina terdeteksi masih berada di wilayah Teluk Persia, menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder hingga pekan lalu. Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi; sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

ADVERTISEMENT

Vega menyatakan pihaknya akan terus monitor dan siaga terhadap segala situasi terbaru. Rencana pelayaran (passage plan) disiapkan agar dua kapal yang tertahan di Selat Hormuz bisa segera berlayar usai dibukanya jalur laut tersebut.

"Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," tuturnya.

Dilansir dari Antara, persiapan yang dilakukan PIS di antaranya meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta rencana kontingensi. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk Kementerian Luar Negeri RI yang secara intensif membantu komunikasi via jalur diplomatik dengan otoritas terkait.

Selain itu, PIS terus berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan armada dan kargo," ucap Vega.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads