Punya Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik, RI Bisa Setop Impor

Punya Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik, RI Bisa Setop Impor

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 19:56 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis Indonesia bisa mengurangi impor gas. Ini sejalan ditemukannya cadangan gas raksasa 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat pada sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim).

Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan raksasanya minyak dan gas (migas) Italia, Eni.

Bahlil menjelaskan, pada 2028, produksi puncak yang bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat apabila dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terus ditingkatkan hingga 2030 akan dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.

"lni adalah strategi untuk bagaimana gas kita, tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam temuan tersebut, Bahlil bilang bahwa ada unsur kondensat yang jumbo. Dengan begitu, ia optimistis, dari temuan ini juga akan mengurangi impor minyak.

"Kedua, ini akan mengurangi import crude kita dengan penambahan kondensatnya kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel nanti pada tahun 2030," sambungnya.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.

Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.

Temuan gas di sumur Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru.

Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, yakni Sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.

Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.

Selain berdampak pada peningkatan cadangan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi.

Eni saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads