Harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan pesat per Sabtu (18/4/2026). Kenaikan ini berpotensi memicu perpindahan pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang mampu tidak mengambil jatah BBM subsidi.
"Saya cuma mau sampaikan sajalah, BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa tidak malu kita?" ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil menegaskan pemerintah tetap mengontrol ketat agar BBM subsidi benar-benar dikonsumsi oleh masyarakat yang berhak. Pemerintah telah melakukan kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi.
"Waktu di Seoul di Korea, waktu saya menyampaikan bahwa BBM-nya itu akan diberikan per hari 50 liter. 50 liter itu kan tangki sudah penuh itu, sudah bisa 400 kilometer itu, 300 kilometer lebih, kurang lebih 400. Sebagai mantan sopir angkot, ya itu pengalaman saya," terang Bahlil.
"Terkecuali ada maksud lain kau mau isi lebih dari itu. Tapi itu tidak berlaku untuk bus, truk-truk yang mengangkut beras, mengangkut sayur, logistik. Jangan truk yang dipakai untuk kelapa sawit sama tambang," sambungnya.
Sementara untuk kendaraan roda dua atau motor, Bahlil menyebut hingga saat ini belum ada pembatasan. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan praktik penyalahgunaan seperti pengisian berulang menggunakan jeriken atau bolak-balik ke SPBU.
"Untuk motor sampai dengan sekarang mau isi berapa saja tidak apa-apa. (Meski begitu) Kita harus punya hati. Janganlah kau pakai jeriken, janganlah kau bolak-balik, kasihan rakyat kita.Cari rezeki itu penting tapi yang baik-baik ya," tutur Bahlil.
(hrp/hns)










































