3 Fakta Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan

3 Fakta Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 07:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kabar baik dari pengelolaan hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.

Telah ditemukan cadangan gas raksasa di sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.

Berikut 3 fakta cadangan gas raksasa tersebut:


(1) Digarap Raksasa Energi Italia, Eni

Temuan gas jumbo berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan Eni dengan porsi kepemilikan 82%, sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menyebut temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Eksplorasi yang melibatkan perusahaan energi asal Italia, ENI, menegaskan bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.

ADVERTISEMENT

Ia pun mengapresiasi Eni atas keberhasilan penemuan tersebut, dan memberikan bukti bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi migas sebagai penopang ketahanan energi nasional dan upaya untuk swasembada energi.

"Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (Penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru. Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bahlil mengatakan temuan ini merupakan hasil eksplorasi yang dilakukan oleh

Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan raksasanya minyak dan gas (migas) Italia, Eni.

2. Potensi Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik

Bahlil bilang hasil eksplorasi yang dilakukan di Sumur Geliga ini mempunyai adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

Bahlil menjelaskan, pada 2028, produksi puncak yang bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat apabila dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.

Dan terus akan ditingkatkan hingga tahun 2030 akan dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.

"lni adalah strategi untuk bagaimana gas kita, tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi," ujar Bahlil.

Dalam temuan tersebut, Bahlil bilang bahwa ada unsur kondensat yang jumbo. Dengan begitu, ia optimistis, dari temuan ini juga akan mengurangi impor minyak.

"Kedua, ini akan mengurangi import crude kita dengan penambahan kondensatnya kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel nanti pada tahun 2030," sambungnya.

(3) Ditemukan pada Kedalaman 5.100 Meter

Sumur Geliga ini dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.

Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.

Temuan gas di sumur Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru.

Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, yakni Sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.

Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.

Selain berdampak pada peningkatan cadangan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi.

Eni saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

Saksikan Live DetikPagi:

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads