Purbaya Bicara soal BBM RI Bocor ke Luar Negeri, Bisa Terjadi?

Purbaya Bicara soal BBM RI Bocor ke Luar Negeri, Bisa Terjadi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 19:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga BBM di Indonesia jauh lebih murah daripada harga di luar negeri, utamanya di beberapa negara tetangga. Hal ini membuka potensi kebocoran BBM subsidi ke luar negeri secara ilegal.

Purbaya bilang beberapa pihak sudah bertanya langsung kepadanya bagaimana mencegah hal itu terjadi. Namun, baginya potensi penyelundupan ke luar negeri nampaknya akan sulit terjadi.

Sebab saat ini pengawalan sudah ketat dilakukan oleh pemerintah, mulai dari kerja sama Satgas PKH dan Angkatan Laut hingga Bea Cukai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan di sini lebih murah dibanding luar negeri, gimana cara kita mengatasi ilegal ekspor BBM bersubsidi keluar? Ini kan saya kalau saya pikir sih nggak mungkin, sekarang sudah susah. Karena Satgas PKH, ada angkatan laut yang ngawal terus di situ, Bea Cukai juga lebih bagus sekarang dibanding dulu ya," ungkap Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dia bilang jalur ilegal tertutup tak mungkin tertutup 100%. Namun sejauh ini pemerintah sudah mempersulit hal itu bisa terjadi.

Perintahnya jelas, Purbaya bilang semua barang selundupan harus disikat pemerintah. Maka dari itu, potensi penyelundupan BBM subsidi juga akan diantisipasi secara serius.

"Jadi nggak mungkin ketutup 100%, tapi mereka akan semakin susah. Karena perintahnya clear, barang selundupan sikat. Kira-kira begitu," beber Purbaya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads