800 Perusahaan Ramaikan Pameran Solartech Indonesia 2026, Terbesar di ASEAN

800 Perusahaan Ramaikan Pameran Solartech Indonesia 2026, Terbesar di ASEAN

Diffa Rezy - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 13:18 WIB
800 Perusahaan Ramaikan Pameran Solartech Indonesia 2026, Terbesar di ASEAN
Foto: Diffa Rezy
Jakarta -

Ajang Solartech Indonesia 2026 bertajuk Indonesia Smart Energy & Technology Week 2026 resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN dengan partisipasi lebih dari 800 perusahaan global.

Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Solartech Indonesia 2026 hadir dengan skala lebih besar. Pameran yang diselenggarakan oleh PT Global Expo Management (GEM) Indonesia ini menargetkan sekitar 35.000 pengunjung profesional selama tiga hari pelaksanaan.

Dalam sambutannya, President Director GEM Indonesia Baki Lee mengatakan pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai penghubung kebutuhan industri dengan solusi yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan solusi dengan kebutuhan industri. Setiap koneksi yang tercipta di sini berpotensi menjadi proyek nyata dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pameran ini juga mendukung program besar pemerintah di sektor energi, yaitu pengembangan 100 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan battery energy storage system (BESS).

ADVERTISEMENT

"Kami tahu, pemerintahan Indonesia sekarang memiliki program yang sangat besar, yaitu penyokongan 100 gigawatt power station. Kami berharap pameran kami hari ini dapat memberikan manfaat bagi program ini, terutama untuk energi solar, baterai, komponen elektronik, IOT, dan smart energy," jelasnya.

Lebih lanjut, ia optimistis bahwa penyelenggaraan pameran ini akan memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung.

"Kami percaya, setiap pengunjung (yang hadir) akan menikmati acara ini dan mendapatkan manfaat dan kembali ke rumah," tambahnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan pameran ini juga datang dari berbagai asosiasi industri. Wakil Ketua Umum I Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) Beny Sulaiman menilai ajang ini sebagai momentum penting untuk memperkenalkan potensi energi terbarukan di Indonesia.

"Ini adalah momentum yang sangat baik untuk kita memperkenalkan mengenai potensi-potensi energi terbarukan di Indonesia, dan pabrikan yang mendukung untuk program itu," ucapnya.

Ia berharap forum seperti ini dapat berjalan beriringan dengan dukungan kebijakan pemerintah.

"Semoga dengan adanya forum seperti ini, adanya kebijakan pemerintah yang mendukung energi terbarukan itu bisa berlangsung dengan baik," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO) John Manoppo menegaskan skala besar pameran ini di tingkat regional.

"Pameran ini jelas merupakan acara terbesar dari jenisnya yang diadakan di Indonesia dan di ASEAN, dan ini menjadi momen yang tepat untuk perkembangan industri elektronika, listrik, dan bahan bangunan," katanya.

Ia menilai pameran ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha.

"Dan juga, kegiatan pameran ini merupakan undangan kepada masyarakat di dalam dan di luar negeri untuk mengikuti perkembangan terbaru kelistrikan dan membuka peluang bisnis di Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso menambahkan bahwa pameran ini memiliki peran strategis dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.

"Pameran seperti ini bukan sekedar ajang transaksi, melainkan wadah strategis untuk membangun kolaborasi nyata yang berdampak," terangnya.

Ia juga menekankan dukungan terhadap target keberlanjutan nasional.

"APKOMINDO dan APTIKNAS sangat mendukung kegiatan ini karena turut berkontribusi dalam pencapaian target Nero Zero Emission di tahun 2060 mendatang. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak karena di era digital yang unggul adalah yang paling cepat berinovasi dan paling mampu berkolaborasi dan bersinergi," sambungnya.

Dari sisi pemerintah, Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sahid Junaidi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran ini yang dinilai sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

"Pemerintah dibawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang kuat di dalam mewujudkan transisi energi di tengah permasalahan energi akhir-akhir ini. Dan dalam konteks ini, pameran yang diselenggarakan oleh PT GEM Indonesia ini memiliki peran strategis yang sejalan dan mendukung komitmen pemerintah ini," tuturnya.

Ia pun mengapresiasi peran penyelenggara dalam mendukung transisi energi nasional.

"Kami apresiasi sekali lagi kepada PT GEM Indonesia, dan pameran ini tentu mendukung transisi energi yang bukan hanya terkait dengan teknologi dan investasi, tapi juga komitmen keberlanjutan yang disertai dengan tata kelola yang baik, dan kepastian hukum tentu, dan sistem pengawasan yang efektif dan berintegritas," pungkasnya.

Melalui ajang Solartech Indonesia 2026 yang digelar pada 22-24 April 2026 ini, kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan asosiasi diharapkan semakin solid guna mempercepat transisi energi dan mencapai target keberlanjutan nasional.

Tonton juga video "Melihat Pameran Gratis IRJ 2026 Selama Ramadan"

(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads