PLN Siap Pasok Listrik Hijau ke Perusahaan Tambang

PLN Siap Pasok Listrik Hijau ke Perusahaan Tambang

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 13:59 WIB
Ilustrasi Hari Listrik Nasional.
Foto: Istimewa
Jakarta -

PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution untuk mendorong elektrifikasi operasional tambang. PJBTL dan MoU setidaknya dilakukan antara PLN dengan sejumlah produsen batu bara.

Perusahaan tersebut adalah PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, dan PT Berau Coal sebesar 29 MVA.

Kemudian untuk skema Integrated Business Solution dilakukan anak usaha PLN melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, seperti PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan, dan PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ari Hendrawanto, menilai elektrifikasi alat berat adalah kunci utama menekan emisi di wilayah operasional tambang. Langkah ini penting untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.

"Strategi pengurangan emisi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengurangan produksi, substitusi energi ke sumber lain seperti biomassa, serta peningkatan efisiensi dan elektrifikasi. Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, mengingat konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan pengangkutan dan pemindahan material," ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ari menambahkan, transisi ini memberikan keuntungan finansial nyata bagi pelaku industri. Setidaknya, pelaku industri bisa menghemat Rp 2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat yang menggunakan diesel.

"Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan urgensi transisi energi bukan sekadar menjawab tantangan iklim, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional. PLN juga mendukung penuh pelaku industri melalui layanan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan tambang.

"Pengembangan green mining di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan," ujar Adi.

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) juga menyambut baik transisi tersebut. Menurutnya, kerja sama pelaku industri dengan PLN ini dianggap bisa saling menguntungkan.

"Nah ini adalah kesempatan yang baik, baik bagi kita produsen batu bara maupun PLN sebagai penyedia strumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan," ungkap Ketua Umum APBI, Priyadi.

Adapun elektrifikasi ini dianggap sebagai langkah strategis industri dalam merespons tantangan perubahan iklim sekaligus tekanan fluktuasi harga bahan bakar. Diketahui, titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang.

"Elektrifikasi PT Borneo Indobara merupakan langkah strategis menuju pertambangan hijau untuk merespons ancaman perubahan iklim dan tren kenaikan harga bahan bakar. Transisi ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif bersama PLN guna mengoperasikan berbagai alat berat listrik serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik" jelas Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara, Adi Supriyatna.

Tonton juga video "Ratusan Personel PLN Dikerahkan Pulihkan RS dan Puskesmas di Aceh"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads