RI Punya Inisiatif Energi Terbarukan Berbasis Koperasi Terbesar di Asia

RI Punya Inisiatif Energi Terbarukan Berbasis Koperasi Terbesar di Asia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 15:13 WIB
Energy Absolute GreenX Indonesia
Foto: Dok. Energy Absolute GreenX Indonesia
Jakarta -

Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI), bekerja sama secara strategis dengan PT Energy Absolute GreenX Indonesia, meluncurkan Program Kemandirian Energi Koperasi Indonesia (PKEKI) sebuah inisiatif nasional yang akan menjadi program energi terbarukan berbasis koperasi terbesar dan paling ambisius di Asia.

Program ini menargetkan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia, serta merupakan wujud nyata dari arahan strategis Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat kemandirian energi nasional, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan transisi menuju pembangunan berkelanjutan serta rendah karbon.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan di bawah kepemimpinan dan arahan Presiden Republik Indonesia, program ini merupakan langkah besar bagi bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan menggerakkan lebih dari 80.000 koperasi, kita menjadikan koperasi sebagai penggerak utama kemandirian energi, ketahanan ekonomi, dan pertumbuhan berkelanjutan. Ini bukan sekadar program ini adalah gerakan nasional," kata dia dalam siaran pers, Rabu (22/6/2026).

Di tengah meningkatnya volatilitas energi global dan dinamika geopolitik, Indonesia mengambil langkah strategis dan tegas untuk mengamankan masa depan energinya.

ADVERTISEMENT

Program PKEKI akan mengembangkan sistem microgrid tenaga surya yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), dengan pendekatan sekitar 0,5 MW tenaga surya dan 1 MWh baterai per lokasi, yang dirancang khusus untuk implementasi berbasis koperasi di wilayah desa dan daerah 3T.

Menyediakan energi yang andal, terjangkau, dan terdesentralisasi. Kemudian mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit diesel yang mahal. Lalu memperkuat ketahanan energi nasional. Selanjutnya mendukung target Net Zero Emissions Indonesia.

Program ini dirancang sebagai platform nasional berskala besar yang akan menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment / FDI) ke Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama investasi energi terbarukan di kawasan.

Dengan menggabungkan model distribusi berbasis koperasi dan pengembangan infrastruktur yang terukur, program ini menghadirkan kerangka kerja yang bankable, scalable, dan sustainable, yang mampu menarik investasi jangka panjang dari institusi domestik maupun internasional.

Pendekatan ini tidak hanya mempercepat implementasi di lebih dari 80.000 koperasi, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pusat investasi energi bersih terdepan di Asia dan ASEAN.

Program ini merupakan perpaduan antara kebijakan nasional, kekuatan ekonomi rakyat, dan arus modal global - menjadikannya salah satu platform investasi energi terbarukan paling menarik di emerging markets saat ini.

Lebih dari sekadar penyediaan energi, program ini dirancang untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi secara luas dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Energy Absolute GreenX Indonesia Zulnahar Usman mengatakan pihaknya tidak hanya menghadirkan energi tapi membangun koperasi menjadi pusat ekonomi mandiri. Inisiatif ini akan mengubah cara pertumbuhan ekonomi dibangun dari tingkat akar rumput.

Executive Chairman PT Energy Absolute GreenX Indonesia Justin Joel menyampaikan ini bukan sekadar proyek energi. Menurut dia ini adalah platform transformasi nasional. Dengan mengintegrasikan infrastruktur, pembiayaan, dan pemberdayaan koperasi dalam skala besar, kita sedang membangun fondasi baru bagi masa depan Indonesia.

"Dengan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi, program ini akan menjadi salah satu inisiatif energi terbarukan paling ambisius yang pernah dilakukan di Asia," jelas dia.

Program PKEKI akan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas di Asia dan ASEAN, serta menjadi model bagaimana transisi energi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads