CNG Didorong Jadi Solusi Tekan Impor LPG

CNG Didorong Jadi Solusi Tekan Impor LPG

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2026 13:52 WIB
Ilustrasi LPG atau kompor gas
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/kamisoka
Jakarta -

Pemerintah diminta mempercepat pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu opsi mengurangi ketergantungan impor LPG yang masih tinggi. Pemanfaatan CNG juga dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, dengan kondisi sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor, diperlukan langkah terobosan yang tidak hanya berfokus pada jangka panjang seperti pembangunan jaringan gas (jargas), tetapi juga solusi cepat dan fleksibel seperti CNG.

"CNG ini bisa menjadi solusi transisi yang realistis. Kita punya sumber gas domestik yang cukup besar, tinggal bagaimana kita distribusikan secara efektif ke masyarakat dan sektor usaha," ujar Yulisman dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, dibandingkan LPG yang sebagian besar berasal dari impor, CNG berbasis gas alam dalam negeri sehingga secara ekonomi lebih efisien dan mampu mengurangi tekanan terhadap APBN, khususnya dari sisi subsidi energi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pengembangan CNG sangat relevan diterapkan di daerah-daerah yang memiliki potensi gas melimpah, namun belum sepenuhnya terjangkau jaringan pipa gas. Beberapa wilayah seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan implementasi skema ini.

"Daerah-daerah penghasil gas seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan itu sangat potensial. Di sana kita bisa mulai dari skala industri, UMKM, hingga perumahan melalui skema CNG atau yang dikenal sebagai virtual pipeline," jelas legislator asal daerah pemilihan Riau II itu.

Yulisman menambahkan, keberhasilan sejumlah negara seperti India, Pakistan, dan Argentina dalam mengembangkan CNG menunjukkan bahwa pemanfaatan gas domestik secara optimal mampu menekan ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar ketahanan energi nasional, bersama dengan percepatan pembangunan jargas di wilayah perkotaan serta pengembangan program hilirisasi energi seperti gasifikasi batubara, sebagai langkah konkret menuju kemandirian energi nasional.

Simak juga Video: Bareskrim: Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi Rugikan Negara Rp 243 M

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads