Trump Mau Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Turun

Trump Mau Bebaskan Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Turun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 04 Mei 2026 08:30 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 16: U.S. President Donald Trump speaks to the media before boarding Marine One on the South Lawn of the White House on April 16, 2026 in Washington, DC. President Donald Trump is traveling to Las Vegas, Nevada to promote the ta
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya akan mulai membebaskan kapal-kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz imbas perang melawan Iran. Pernyataan tersebut membuat harga minyak dunia langsung turun.

Harga minyak mentah Brent berjangka yang kerap dijadikan patokan global turun US$ 64 sen atau 0,59%, menjadi US$ 107,53 per barel pada pukul 23.08 GMT (06.08 WIB) hari ini. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang juga biasa dijadikan sebagai acuan global kini berada di level US$ 101,10 per barel, turun US$ 84 sen atau 0,82%.

Kurangnya kesepakatan damai AS-Iran membuat harga minyak masih berada di atas US$ 100 per barel. Terakhir, negosiasi kedua negara sempat berlanjut selama akhir pekan ini, dengan kedua negara saling menilai respons masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perundingan perdamaian terhenti karena kedua belah pihak menolak untuk bergeming terkait garis merah masing-masing," kata analis ANZ dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Diketahui, Trump menjadikan kesepakatan nuklir dengan Iran sebagai prioritas utama penyelesaian perang. Sementara Iran mengusulkan untuk menunda isu nuklir hingga perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk.

Atas dasar inilah, Trump kemudian menyatakan bahwa AS akan membantu kapal-kapal yang hingga kini masih terjebak di Selat Hormuz sejak pecah perang pada akhir Februari.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," tulis Trump dalam salah satu unggahan media sosial miliknya pada Minggu (3/5) waktu setempat.

Pada hari yang sama, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC mengatakan akan menaikkan target produksi minyak 188.000 barel per hari pada Juni untuk tujuh negara anggota. Langkah ini dimaksudkan untuk menambah stok minyak dunia, sehingga harga komoditas energi tersebut dapat segera mereda.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads