Prabowo Pamer Rencana RI Bangun PLTS 100 GW di KTT ASEAN

Prabowo Pamer Rencana RI Bangun PLTS 100 GW di KTT ASEAN

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 11:04 WIB
Presiden Prabowo menghadiri KTT Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Filipina, Kamis (7/6/2026).
Foto: Cahyo - Biro Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia saat ini tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

Hal ini diungkapkan Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam - Indonesia - Malaysia - Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis kemarin waktu setempat.

"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun (pembangkit listrik) tenaga surya 100 GW," ujar Prabowo dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya itu, Prabowo mendorong negara-negara ASEAN segera mengambil langkah konkret dalam mempercepat transisi energi bersih di subkawasan. Dia bilang subkawasan memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

ADVERTISEMENT

Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir. Potensi tersebut katanya sebagai langkah strategis untuk membangun ketahanan energi kawasan dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," kata Prabowo.

Sementara itu, usai mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT BIMP-EAGA, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan konferensi ini mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035, yang merupakan kerangka strategis yang diadopsi pada KTT ke-16 Mei 2025 untuk menjadikan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina lebih tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara ekonomi visi ini berfokus pada penguatan konektivitas, transformasi pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, empat negara BIMP-EAGA juga membuat klaster-klaster yang berfokus pada sektor pembangunan tertentu, salah satunya ialah Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC), dimana Indonesia menjadi Ketua PEIC untuk periode 2022-2025, yang selanjutnya diketuai oleh Malaysia untuk periode 2026-2029.

"Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan program efisiensi energi serta konservasi energi. Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik," ujar Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan pihaknya telah meningkatkan bauran energi baru terbarukan dengan memanfaatkan sumber energi baru seperti hidrogen, nuklir, dan ammonia. Selain itu melakukan elektrifikasi dengan kendaraan listrik (EV) dan kompor induksi.

"Kita juga sedang mendorong pemanfaatan tenaga surya untuk menjadi PLTS 100 GW untuk mengurangi pemakaian fosil. Tentu ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak untuk menyelesaikan tugas tersebut," pungkas Bahlil.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads