Insentif Daerah Bikin Swasta Makin Gencar Bangun SPKLU

Insentif Daerah Bikin Swasta Makin Gencar Bangun SPKLU

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 10:56 WIB
SPKLU
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Ketua Umum ASPELUSI, Anthony Utomo, menilai dukungan pemerintah daerah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV).

Dukungan itu antara lain berupa pembebasan pajak daerah dan relaksasi kebijakan ganjil genap untuk kendaraan listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong minat swasta untuk berinvestasi di infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (SPKLU).

Anthony mengatakan insentif dari pemerintah daerah tidak hanya meningkatkan adopsi kendaraan listrik di masyarakat, tetapi juga memberi kepastian pasar bagi pelaku usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat," ujar Anthony yang juga Managing Director pengembang SPKLU swasta Utomo Charge+ di bawah PT Utomo Mobilitas Bersih Indonesia, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini tantangan investasi SPKLU tidak hanya soal teknologi dan biaya awal, tetapi juga kepastian penggunaan dan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik. Dengan adanya insentif seperti pembebasan pajak dan relaksasi ganjil genap, daya tarik kepemilikan EV dinilai meningkat, terutama di kota besar.

ADVERTISEMENT

ASPELUSI menilai kondisi ini perlu direspons dengan percepatan pembangunan SPKLU oleh swasta secara lebih luas.

"Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. Swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional," tambahnya.

Keterlibatan swasta dinilai penting mengingat kebutuhan investasi infrastruktur kendaraan listrik ke depan cukup besar. Kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, PLN, operator charging, hingga pelaku usaha lain disebut menjadi kunci.

Anthony juga menyebut elektrifikasi mulai merambah sektor komersial dan logistik, tidak hanya kendaraan pribadi.

"Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence yang tinggi," jelasnya.

ASPELUSI berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut, termasuk melalui kemudahan perizinan lokasi SPKLU, integrasi dengan fasilitas publik, hingga insentif penggunaan energi bersih.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads