Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas hingga Nikel!

Bahlil Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang Emas hingga Nikel!

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 14:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahli Lahadalia.Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan menunda rencana kenaikan tarif royalti tambang mineral dan batu bara (minerba) melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menggelar public hearing terkait usulan kenaikan royalti komoditas mineral pada Jumat (8/5/2026). Dalam usulan tersebut, komoditas nikel, timah, emas dan perak alami kenaikan.

Bahlil menegaskan, usulan kenaikan royalti yang sempat disosialisasikan beberapa hari lalu memang belum menjadi keputusan. Ia bilang sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka uji publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama beberapa hari ini feedback itu sudah ada. Ketika ada tanggapan yang mungkin kurang pas atau harus kita membangun formulasi baru, ya saya sebagai Menteri ESDM akan melakukan evaluasi itu dan itu kan belum menjadi keputusan. Sekali lagi saya katakan ya, bahwa apa yang disosialisasikan itu bukan keputusan, tapi itu baru ya istilahnya uji publik lah," ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

"Saya setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha juga saya dapat masukan, maka ini saya pikir saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik yang saling menguntungkan. Negara untung dan juga pengusaha harus untung," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Bahlil juga menyatakan soal target diterapkan pada Juni juga belum dapat memastikannya. Jika memang akan diterapkan pada Juni, Bahlil bilang pihaknya harus terlebih dahulu mencari formula yang menguntungkan negara maupun pengusaha.

"Ya mungkin masih kita pikirkan lagi. Andaikan pun itu, harus mencari formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan juga pengusaha tapi juga pendapatan negara juga bisa kita optimalkan," terangnya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads