Sampah Plastik Disulap Jadi Nilai Ekonomi, Bisa Ditukar BBG

Sampah Plastik Disulap Jadi Nilai Ekonomi, Bisa Ditukar BBG

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 12:38 WIB
BBG
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menghadirkan program penukaran botol plastik menjadi kupon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) bagi komunitas Bajaj Gas (Komogas). Program ini berjalan dalam rangka HUT ke-61 perusahaan.

Dalam skema tersebut, setiap botol plastik dihargai Rp 400 dengan batas maksimal 61 botol per peserta. Sampah yang terkumpul kemudian akan diolah kembali agar memiliki nilai guna.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan program ini mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus penggunaan energi yang lebih bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih," ujar Fajriyah.

Ia menambahkan, program ini juga diarahkan agar memberi manfaat ekonomi sekaligus dampak lingkungan.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap program ini dapat menjadi langkah kecil yang menghadirkan dampak besar, baik dalam mengurangi sampah plastik maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan," ungkap Fajriyah.

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan. Mengacu proyeksi Bappenas, tempat pembuangan akhir (TPA) berpotensi penuh pada 2030 jika tidak ada perbaikan pengelolaan.

"Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," ujar Santiaji.

Penukaran botol plastik dilakukan di kantor pusat PGN. Sampah yang terkumpul akan dikelola bersama Kertabumi Recycling Centre dan diteruskan ke Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk diolah dengan metode plastic waste to souvenir.

"Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dikumpulkan benar-benar memiliki siklus pemanfaatan lanjutan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pengelola sampah, botol plastik dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti furniture dan paving block," terangnya.

Koordinator Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) Muslikhudin menyambut positif program ini. Menurutnya, selain mendorong pengelolaan sampah, program tersebut juga memberi manfaat langsung bagi pengemudi.

"Program ini sangat positif karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak nyata. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," tutupnya.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads