Harga Bensin Melonjak, Restoran Cepat Saji Mumet Penjualan Turun

Harga Bensin Melonjak, Restoran Cepat Saji Mumet Penjualan Turun

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 21:41 WIB
Ilustrasi pom bensin
Ilustrasi.Foto: Getty Images/iStockphoto/Ziga Plahutar
Jakarta -

Melonjaknya harga bensin di Amerika Serikat (AS) akibat konflik dengan Iran mulai dirasakan oleh restoran cepat saji. Misalnya restoran Applebee's yang melaporkan adanya perlambatan penjualan sejak Maret 2026.

Perang AS dengan Iran telah menyebabkan harga bensin rata-rata nasional lebih dari US$ 4,50 per galon.

Berdasarkan survei terhadap pengemudi yang dilakukan oleh Numerator menemukan bahwa 43% responden telah mengurangi makan di luar dan membeli makanan siap saji sejak harga bensin mulai naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan Maret dan April lebih lesu dibandingkan Januari dan Februari, terutama dengan konsumen yang berorientasi pada nilai yang kami lihat lebih sering tinggal di rumah atau makan di tempat alternatif dengan biaya lebih rendah, dan kami mengaitkan hal itu dengan harga bensin secara khusus dan perekonomian secara umum," ujar John Peyton, CEO Applebee's dan Dine Brands dikutip dari CNBC, Senin (11/5/2026).

"Kami tahu bahwa ketika harga bensin mulai melewati US$ 3,50, itu akan mempengaruhi tamu kami," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Untuk menarik konsumen, Applebee's mempercepat peluncuran menu spesial "Makan Sepuasnya". Mulai Senin, pelanggan dapat makan udang, sayap ayam tanpa tulang, iga, dan kentang goreng sepuasnya hanya dengan US$ 15,99.

Restoran cepat saji asal Mexico, Chipotle, juga melaporkan adanya penurunan penjualan pada bulan Maret. Namun CFO Chipotle Adam Rymer mengatakan penjualan saat ini sudah membaik.

"Pada bulan Maret, terjadi sedikit penurunan tren penjualan kami tepat di sekitar waktu dimulainya konflik Iran," katanya.

Sementara itu, CEO McDonald's Chris Kempczinski buka suara soal harga bensin yang melonjak terhadap penjualan produknya.

Chris mengatakan dari lonjakan harga bensin ini paling besar dirasakan konsumen berpenghasilan rendah yang sudah terbebani biaya hidup tinggi, mulai dari sewa hingga belanja kebutuhan pokok.

"Jelas, ketika harga bensin tinggi, yang merupakan isu utama yang menurut saya sedang kita lihat di media saat ini, harga bensin, inflasi yang menyertainya, itu akan berdampak tidak proporsional pada konsumen berpenghasilan rendah," jelas Chris.

McDonald's masih mencatat pertumbuhan penjualan gerai yang sama sebesar 3,7% pada kuartal pertama. Hal ini ditopang promosi menu murah untuk konsumen hemat dan paket premium untuk pelanggan berpendapatan tinggi.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads