Dolar AS Terus-terusan Gebuk Rupiah, Harga BBM dan LPG Bakal Naik?

Dolar AS Terus-terusan Gebuk Rupiah, Harga BBM dan LPG Bakal Naik?

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 15:02 WIB
Aktivitas pengisian BBM terlihat di SPBU Pertamina kawasan Pramuka, Jakarta, Senin (11/5/2026). Sebanyak 13 SPBU di Ibu Kota kini menghentikan penjualan Pertalite.
Foto: Mohammad Farrel/detikFoto
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Dikutip dari data Bloomberg, Senin (18/5/2026), sekitar pukul 09.10 WIB nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.658 atau menguat 61 poin (0,35%).

Lantas, apakah dengan kondisi ini harga BBM dan LPG bakal naik?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) tidak akan mengalami kenaikan meski rupiah melemah dan berpotensi meningkatkan beban impor energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya pada tahun 2025 porsi impor LPG tercatat mencapai 80,58% dari total kebutuhan nasional. Kemudian hingga Februari 2026 porsi impor LPG Indonesia mencapai 83,97%.

"Belum ada perubahan. Harga LPG subsidi tetap enggak ada (Perubahan)," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara untuk harga bahan bakar minyak (BBM), La Ode mengatakan belum bisa memastikan lantaran harganya masih fluktuatif.

"Kayaknya itu saya belum bisa jawab ya, soalnya posisi grafiknya kan lagi gini nanti saya salah jawab," tuturnya

La Ode menambahkan, sesuai dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menegaskan pemerintah tidak bakal menaikan harga BBM dan LPG 3 kg.

"Ya kan sudah diumumkan pak menteri. (Sampai akhir tahun enggak berubah?) Enggak berubah," tegasnya.

Saksikan Live DetikSore :

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads