Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal kabar bahwa Nickel Pig Iron (NPI) tak masuk dalam kebijakan ekspor sumber daya alam satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Airlangga mengatakan saat ini kebijakan eskpor masih terbatas pada sejumlah komoditas yakni ferroalloy dan ferronickel.
"Sekarang balik Ferro alloy, ferronickel," ujar Airlangga saat ditanya soal kebenaran apakah NPI dikecualikan dari kebijakan eskpor SDA lewat DSI di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/52026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya lagi soal kepastian NPI dikecualikan untuk kewajiban ekspor lewat SDA, Airlangga tak membantah ataupun membenarkan.
Ia hanya menjawab pada tahap pertama komoditasnya ferronickel.
"Ferronickel tahap sekarang. Tahap sekarang ya," katanya.
Adapun berdasarkan pemberitaan Reuters, Jumat (22/5/2026), Indonesia akan mengecualikan nikel pig iron, yang merupakan mayoritas ekspor nikelnya, dan beberapa produk olahan minyak sawit dari rencana sentralisasi ekspor komoditas, kata seorang menteri senior pemerintah.
Berdasarkan kebijakan yang diumumkan pekan ini, ekspor batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy harus melalui perusahaan milik negara, dengan fase transisi yang diperkirakan akan dimulai pada 1 Juni. Negara yang kaya sumber daya ini adalah pengekspor batu bara termal, minyak sawit, dan produk nikel terbesar di dunia.
Besi kasar nikel (NPI), logam nikel dengan kemurnian rendah, akan dikecualikan dari kebijakan tersebut, sementara feronikel dimasukkan karena kandungan besinya, kata kepala menteri perekonomian Airlangga Hartarto kepada wartawan pada Kamis malam setelah pertemuan dengan beberapa kelompok industri.
(hns/hns)










































