Bos Vale Bicara Stigma Tambang: Dicap Rusak Lingkungan, tapi Dibutuhkan

Jogja Financial Festival

Bos Vale Bicara Stigma Tambang: Dicap Rusak Lingkungan, tapi Dibutuhkan

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 23 Mei 2026 15:53 WIB
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto.Foto: Dok. Tangkapan Layar YouTube CNBC Indonesia
Jakarta -

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto menilai industri pertambangan seringkali dikaitkan dengan aktivitas yang merusak lingkungan. Padahal menurutnya, produk pertambangan seringkali memegang peran penting dalam agenda transisi energi.

"Nikel kemudian ada beberapa mineral lain itu digunakan untuk mendorong agenda transisi energi, jadi tujuannya baik. Tapi pertambangannya sendiri seringkali dinarasikan sebagai industri yang sangat destruktif. Kemudian industri destruktif ini yang menyebabkan pertambangan ini itu mendapatkan stigma yang negatif," ungkapnya dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).

Laki-laki yang akrab disapa Anto ini menyebut, stigma tersebut seringkali membuat industri tambang menelan sanksi yang tidak sepenuhnya adil. Padahal dibalik stigma tersebut, pertambangan dianggap sebagai tulang punggung peradaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyebut, hanya 1% dari darat di dunia yang menjadi lokasi bukaan tambang. Bukaan terbesar daratan disebut untuk menopang industri agrikultur dan kawasan perumahan.

"Pertambangan itu mendapatkan stigma yang negatif, kemudian mendapatkan sorotan, dan kemudian juga mendapatkan penalti-penalti yang menurutnya tidak sepenuhnya fair," terangnya.

ADVERTISEMENT

Anto menambahkan, industri energi turut menopang keberlanjutan sektor agrikultur dan kawasan perumahan. Ia menjelaskan, agrikultur membutuhkan pupuk yang diproduksi menggunakan salah satu hasil tambang.

Sementara pembangunan gedung dan perumahan, biasanya membutuhkan produk nikel hingga besi. Karenanya, ia menilai perlu adanya perubahan cara pandang publik dalam memandang industri pertambangan.

"Narasi yang harus diperbaiki, walaupun memang betul tambang ini mengubah landscape lingkungan. Tetapi tanpa tambang, menurut saya pribadi, alokasi daratan itu menjadi lebih buruk," jelasnya.

"Mineral itu diperuntukan untuk meningkatkan kehidupan manusia secara khusus dalam agenda transisi energi memperbaiki atau membantu mengatasi isu-isu climate changes," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads