Pemerintah Klaim WFH 1 Hari Seminggu Turunkan Konsumsi Pertalite 9%

Pemerintah Klaim WFH 1 Hari Seminggu Turunkan Konsumsi Pertalite 9%

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2026 22:13 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan-1 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61% secara tahu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar rapat koordinasi terbatas (Rakortas) membahas kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dan penyiapan paket stimulus triwulan II 2026 di kantornya hari ini.

"Kebijakan Work From Home terus kami evaluasi agar tata kelola pemerintahan semakin efektif sekaligus mendukung efisiensi aktivitas ekonomi nasional," ujar Airlangga lewat unggahan akun Instagram resminya (@airlanggahartarto_official), Selasa (26/5/2026).

Airlangga mengatakan penerapan kebijakan WFH selama dua bulan terakhir menunjukkan tren yang positif. Di mana kebijakan ini berhasil menurunkan penggunaan Pertalite hingga 9% pada April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu, kebijakan WFH diputuskan untuk dilanjutkan selama dua bulan ke depan," kata Airlangga.

Ia menjelaskan dalam rapat koordinasi itu juga dibahas rencana berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pergerakan ekonomi pada semester II tahun 2026. Di antaranya ada diskon transportasi hingga menanggung PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

ADVERTISEMENT

"Pemerintah menyiapkan diskon transportasi untuk periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru 2027, mulai dari tarif kereta api, kapal Pelni, penyeberangan ASDP, hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi," terang Airlangga

"Selain itu, Pemerintah memberikan insentif perpajakan bagi penulis melalui PPh Final Royalti sebesar 1,5% sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif nasional," sambungnya.

Di bidang ketenagakerjaan dan pengembangan SDM, Airlangga menyebut Program Magang Nasional akan kembali dilanjutkan pada Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta. Pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK untuk memperkuat kompetensi serta memperluas kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi kebutuhan industri ke depan

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads