Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah adanya gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan stok cadangan BBM berada pada level yang aman.
Menurut Yuliot, batas cadangan minimal BBM nasional berada 20 sampai 23 hari. Nah, saat ini cadangan untuk BBM subsidi berada di atas batas minimal tersebut, sayangnya dia enggan menyebutkan berapa hari tepatnya cadangan BBM nasional saat ini.
"Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal. Jadi ini ada berapa, misalnya untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal," ujar Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya BBM subsidi, Yuliot memastikan stok Solar CN48 juga dalam kondisi aman. Begitu pula untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax hingga Pertamax Turbo.
Untuk harga BBM subsidi, Yuliot menegasakan tidak bakal ada kenaikan harga. Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal menaikan BBM subsidi hingga akhir tahun.
"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan dan ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan. Kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan," ujar Yuliot.
Sebelumnya, kekhawatiran soal gangguan pasokan energi imbas konflik Timur Tengah sudah sempat disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapkan langsung oleh orang nomor satu di Indonesia itu saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.
Prabowo mengungkapkan stabilitas di kawasan Timur Tengah sangat penting untuk dijaga. Sebab, gejolak apapun yang terjadi dapat berdampak pada kondisi pasokan energi di seluruh dunia.
"Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global," ujar Prabowo dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
(hrp/hal)










































