Jaga Pasokan Energi, Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan IT Manggis

Jaga Pasokan Energi, Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan IT Manggis

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 01 Jun 2026 17:03 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan Management Walkthrough ke Integrated Terminal (IT) Manggis di Karangasem, Bali, Kamis (28/5). Kegiatan ini dilakukan guna menjaga ketersediaan, distribusi, fasilitas dan stabilitas pasokan energi khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya.

IT Manggis merupakan terminal terbesar di Pulau Bali, dan berperan penting sebagai terminal hub untuk terminal lainnya di kepulauan Nusa Tenggara. Integrated Terminal seluas 17 hektare ini mendistribusikan produk BBM jenis Pertalite, Pertamax, BioSolar, MFO (Marine Fuel Oil), dan MDF (Marine Diesel Fuel).

Produk dari IT Manggis disalurkan ke 148 SPBU, 54 Pertashop, 2 APMS (Agen Premium dan Minyak Solar), 2 SPBUN (SPBU Nelayan), SPBU Kompak serta sektor industri. Sementara distribusi LPG dilakukan ke 16 SPPBE PSO (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji Public Service Obligation), 4 SPPBE NPSO (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji Public Service Non Obligation), serta 2 Industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina Mochamad Iriawan menyampaikan IT Manggis bertugas sebagai mata rantai ketahanan energi. Oleh karena itu, ia menekankan agar keandalan operasional senantiasa terjaga, dan tetap memperhatikan aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment).

ADVERTISEMENT

"HSSE adalah license to operate tidak ada kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas maupun perlindungan lingkungan hidup. Awareness terhadap aspek safety, emergency response risk mitigation dan perlindungan lingkungan, harus ditingkatkan, dan semua pihak harus memastikan operasional aman, responsif dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Pada kunjunganya, ia menekankan pentingnya aspek keandalan fasilitas, salah satunya melalui upaya pembangunan fasilitas jetty 1. Ia berharap pembangunan tersebut akan meningkatkan fleksibilitas operasi, keandalan bongkar muat, mempercepat distribusi energi, mengurangi resiko antrian dan keterlambatan kapal, menguatkan ketahanan suplai energi dan dapat meningkatkan efisiensi operasional IT Manggis secara keseluruhan.

Aspek selanjutnya penguatan rencana darurat dan kesiapsiagaan, yaitu koordinasi dengan stakeholder maritim, keandalan fasilitas marine serta kemampuan penanganan keadaan darurat yang terus diperkuat dan diuji secara berkala.

"Saya mengapresiasi, dedikasi seluruh perwira yang terus menjaga operasi berjalan lancar dan baik, bangun budaya safety, disiplin operasional dengan sinergi dan rasa memiliki. IT Manggis diharapkan dapat terus meningkatkan keandalan operasi dan jadi terminal aman, modern dan berstandar kelas dunia," ungkapnya.

Sementara itu, Komisaris Pertamina, Laode Sulaiman mengapresiasi kesiapan Pertamina yang dinilai cukup baik dan andal dari aspek stok maupun distribusi energi.

"Tantangan yang dihadapi dalam operasional di IT Manggis, salah satunya adalah cuaca, namun saya melihat tantangan itu berhasil diatasi dengan sangat baik oleh perwira di IT Manggis, melalui berbagai upaya yang dilakukan," tutupnya.

Sebagai informasi, turut hadir kegiatan di Management Walkthrough Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, Komisaris independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, Komisaris Pertamina, Heru Pambudi, serta Komisaris Pertamina, Laode Sulaiman sekaligus Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).




(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads