Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Ini Alasannya

Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Ini Alasannya

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2026 22:14 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jak
Ilustrasi.Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan alasan pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Padahal harga minyak dunia bergejolak imbas perang di Timur Tengah.

Djoko menjelaskan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga Mei 2026 masih berada pada level yang relatif aman. Sementara, ICP hingga Mei berada pada level US$ 86 per barel.

Jika ICP tetap berada pada level tersebut, pemerintah tidak menaikan harga BBM hingga akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk ICP realisasi 2026, sampai dengan bulan Mei US$ 86 per barel. Nah ini yang menyebabkan harga pertalite dan solar subsidi tetap tidak naik sampai akhir tahun karena targetnya dan hanya cukup apabila ICP mencapai US$ 100 per barel," ujarnya dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Selasa (3/6/2026).

Sebagai informasi, hingga hari ini harga BBM Pertalite masih di harga Rp 10.000 per liter, kemudian untuk BBM jenis solar masih berada di harga Rp 6.800 per liter.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pemerintah juga masih menahan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax sebesar Rp 12.300 per liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak bakal menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan imbas adanya ketegangan di Timur Tengah.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads