Sumur Berteknologi Tinggi Ini Berhasil Produksi Minyak 500 Barel/Hari

Sumur Berteknologi Tinggi Ini Berhasil Produksi Minyak 500 Barel/Hari

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2026 18:00 WIB
Pengembanan proyek Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. (dok. Pertamina Hulu Rokan)
Foto: Pengembanan proyek Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. (dok. Pertamina Hulu Rokan)
Jakarta -

SKK Migas mengungkapkan satu sumur migas non konvensional di Blok Rokan telah dibor dan melakukan tahapan uji sumur oleh Pertamina. Dari satu sumur itu, produksi minyak sekitar 500 barrel oil per day (BOPD) dapat dilakukan.

Hal ini diungkapkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

"Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barrel oil per day," jelas Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, sumur non konvensional adalah sumur yang digunakan untuk mengekstraksi minyak dan gas yang terperangkap dalam batuan induk atau source rock. Berbeda dengan sumur migas biasa, sumur non konvensional butuh teknologi tinggi saat melakukan pengeboran.

ADVERTISEMENT

Kembali ke Djoko, dirinya optimis pengembangan sumur migas non konvensional akan mampu meningkatkan produksi minyak di Indonesia. Dia bahkan menyebutnya potensi yang bisa dihasilkan dari sumur yang ada di Indonesia mencapai ribuan BOPD.

"Terus nanti kan akan dibor dengan banyak sumur, tentunya nanti akan ribuan barrel oil per day," ujar Djoko.

Dia mengatakan saat ini Pertamina tengah mengajukan skema kontrak bagi hasil yang dinilai lebih menarik untuk mendukung pengembangan migas non konvensional secara lebih masif.

"Sekarang Pertamina lagi mau mengajukan kontrak bagi hasilnya yang lebih menguntungkan. Tadi kami dari pagi membahas dengan Pak Wamen untuk Pertamina mengajukan berdasarkan nanti Keputusan Menteri (Kepmen) yang sedang dibahas mudah-mudahan hari ini selesai," jelas Djoko.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan Indonesia masih memiliki potensi besar dari sumber daya migas non konvensional. Dia memperkirakan potensi tersebut mencapai 11 miliar barel.

"Kabar baiknya, baru-baru ini kami memiliki 11 miliar barel minyak di tempat untuk sektor nonkonvensional," ujar Oki di IPA Convex 2026, ICE BSD, Tangerang (20/5/2026).

Dengan begitu, Oki mengatakan adanya perkiraan potensi tersebut saat ini menjadi fokus Perseroan untuk mengembangkannya di tengah berakhirnya era easy energy atau energi yang mudah diproduksi.

Meski begitu, Oki menjelaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diatasi untuk bisa memanfaatkan potensi tersebut. Tak lupa, dia juga mengundang investor untuk dapat mengembangkan potensi yang ada.

"Jadi pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah bagaimana kami bisa melakukan advokasi kepada pemerintah terkait aspek fiskal. Kemudian kami mencoba mengundang banyak mitra dan perusahaan jasa untuk menciptakan ekosistem seperti yang ada di Permian Basin. Dan tentu saja kami mencoba mengembangkan tenaga kerja yang siap untuk bisnis nonkonvensional ini," jelas Oki.

Oki menambahkan, saat ini pihaknya juga terus mengoptimalkan produksi lapangan tua atau mature fields menggunakan teknologi enhanced oil recovery (EOR). Dia mengatakan masih terdapat sekitar 4 miliar barel minyak di Lapangan Minas yang tengah diupayakan untuk dioptimalkan produksinya melalui penerapan teknologi tersebut.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads