Harga Pertamax Naik, Pemerintah Bakal Siapkan Stimulus

Detik Pagi

Harga Pertamax Naik, Pemerintah Bakal Siapkan Stimulus

Trypama Randra - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2026 07:58 WIB
Jakarta -

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik mulai kemarin, Rabu (10/6/2026).

Harga Pertamax naik dari sebelumnya Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Pertamax Green 95 dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter. Sementara, harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp 10.000/liter dan Biosolar Rp. 6.800/liter.

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bos Danantara Buka Suara Pertamax Naik

Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria buka suara terkait naiknya harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95).

Dony mengatakan kenaikan harga tersebut mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar.

ADVERTISEMENT

"Itu memang kan, memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar kan. Kalau tidak, nanti masa ditanggung terus-terusan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Selain itu, menurut Dony, Pertamax merupakan produk BBM untuk menengah ke atas, dan harga saat ini masih separuh dari harga aslinya.

"Karena itu kan untuk kelas menengah ke atas kan. Tetapi itu pun sebetulnya kita hanya 50% dari harga real-nya," jelas Dony.

Dony menambahkan kenaikan harga Pertamax ini juga telah melalui pembahasan dan persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM. Jadi Kementerian ESDM melalui Dirjen menyepalkati untuk melakukan itu," terang Dony.

DPR Sebut Warga Pasti Cari Pertalite

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mewanti-wanti bahwa kenaikan harga BBM Pertamax bisa membuat masyarakat beralih ke Pertalite. Kondisi itu pada akhirnya berpotensi membuat anggaran subsidi BBM meningkat.

"Pasti (pengguna bisa beralih ke Pertalite). Begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah," kata Misbakhun kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Meski demikian, Misbakhun belum mengetahui sebesar apa dampak dari kenaikan harga Pertamax ini. Terkait kalkulasinya masih dilakukan perhitungan lebih dalam.

"Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan exercise-nya lebih dalam. Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat dampaknya seperti apa," tutur Misbakhun.

Pemerintah Siapkan Stimulus

Untuk meredam dampak kenaikan harga Pertamax terhadap kantong masyarakat, pemerintah sedang menyiapkan stimulus. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada wartawan di kantornya.

Airlangga mengatakan rencana pemberian stimulus akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto. Jika sudah diputuskan baru akan diumumkan kepada masyarakat.

"Lagi disiapkan. Kalau sudah diputus, baru dikasih tahu. Lapor Presiden dulu," kata Airlangga, Rabu (10/6/2026).

Berbagai opsi kebijakan sedang dipertimbangkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi.

Airlangga menyebut sampai saat ini dampak kenaikan harga Pertamax masih akan terus dimonitor. Mengingat kenaikannya juga baru berlaku pada 10 Juni 2026.

"Dampak inflasi kita lihat dari transportasi dan harga. Nah kita monitor dulu," ujar Airlangga.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Kamis (11/6/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok dan Facebook detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads