13 Proyek Hilirisasi Rp 239 Triliun Lagi Disiapkan, Ini Bocorannya

13 Proyek Hilirisasi Rp 239 Triliun Lagi Disiapkan, Ini Bocorannya

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2026 17:20 WIB
Sekretaris Jenderal Ahmad Erani Yustika
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika.Foto: detikcom/Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Pemerintah menargetkan prastudi kelayakan untuk 13 proyek hilirisasi baru rampung pada akhir Juli 2026. Total nilai investasi untuk 13 proyek hilirisasi ini ditaksir mencapai sekitar Rp 239 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika, yang juga menjabat Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi, menyampaikan Kementerian ESDM tengah melakukan finalisasi pra fs terhadap 13 proyek hilirisasi baru tersebut.

"Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-FS-nya. Nah, itu kan harus segera kita rampungkan. (target) Juli," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erani menyampaikan bahwa jika pra fs 13 proyek hilirisasi baru tersebut sudah selesai. Maka pihaknya dokumen tersebut akan diserahkan kepada Danantara untuk segera ditindaklanjuti.

Terkait daftar proyek tersebut, Erani menyampaikan dari 13 proyek tersebut salah satunya ada yang mengenai pembuatan kabel bawah laut.

ADVERTISEMENT

"Iya salah satunya (kabel bawah laut)," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah melaporkan 13 proyek hilirisasi baru tahap kedua tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Bahlil juga melaporkan dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.

"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Bahlil di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Selain hilirisasi, arahan serupa juga mengemuka untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik untuk memperkuat swasembada. Fokusnya antara lain pada etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO) sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," terangnya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads