×
Ad

Pertamina Perluas Energi Bersih Lewat Pemasangan PLTS di Kapal Oil Barge

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2026 21:19 WIB
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Upaya Pertamina dalam menekan emisi karbon kini menjangkau sektor maritim. Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), perusahaan mampu mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun sekaligus menekan konsumsi bahan bakar diesel.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas pemanfaatan energi bersih di seluruh rantai bisnisnya, termasuk armada pendukung distribusi energi nasional yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil. Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (11/6).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengatakan penerapan energi surya di kapal menunjukkan upaya pengurangan bahan bakar berbasis fosil dapat dilakukan tidak hanya di darat, tetapi juga di laut.

"Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi," kata Agung dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Agung mengungkapkan proyek tersebut merupakan bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis perusahaan.

Ia menegaskan proyek ini merupakan contoh sinergi antar entitas Pertamina. Kolaborasi antara PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada yang didukung oleh PIS sebagai induk usaha, memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis mengungkapkan sistem yang diterapkan menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.

Adapun energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

"PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan," ungkap John.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun. Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 juga menjadi bukti energi terbarukan berpeluang untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi nasional.

Senada, Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra menilai proyek tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina.

Selain penerapan berbagai perangkat penghemat energi pada armada, pemanfaatan energi surya dinilai membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon.

"Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru," tutup Eka.



Simak Video "Video: Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun PSEL, Kurangi Sampah Bantar Gebang"

(akn/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork