Pernah Dibatalkan, Ini Alasan Rencana Bagi-bagi Kompor Listrik Muncul Lagi

Pernah Dibatalkan, Ini Alasan Rencana Bagi-bagi Kompor Listrik Muncul Lagi

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 15 Jun 2026 20:30 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

Rencana pemerintah bagi-bagi kompor listrik muncul lagi. Rencana tersebut pernah muncul beberapa waktu lalu namun dibatalkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan mengusulkan program tersebut untuk tahun depan. Bahlil mengusulkan anggaran untuk program tersebut sebesar Rp 815,56 miliar.

Bahlil mengatakan program itu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih sangat tinggi. Di mana sekitar 80% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari situ, kata Bahlil, negara harus mengeluarkan devisa di atas Rp 130 triliun per tahunnya.

ADVERTISEMENT

"Di saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp 130 triliun. Subsidinya di atas Rp 80 triliun. Nah kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi soal. Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik," ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Bahlil mengatakan pada tahap awal program kompor listrik, pemerintah kini mengkaji penggunaan teknologi kompor listrik dengan daya listrik rumah tangga di bawah 900 VA.

"Supaya rakyat kita yang di daerah-daerah yang di kecamatan, di desa itu bisa dipakai dengan listrik kapasitas daya mereka yang ada," ujarnya.

Saat ditanya soal program ini sebenarnya sudah hampir jalan tapi tidak jadi karena ada penolakan dari masyarakat, Bahlil bilang bahwa ada perbedaan teknologi yang digunakan dalam program kompor listrik yang mau dijalankan dan yang sebelumnya ada penolakan.

"Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama. Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," ujarnya.

Saat ditanya mengenai berapa jumlah unit kompor listrik yang akan dibagikan dengan anggaran sebesar Rp 815, 56 miliar tersebut, Bahlil belum dapat memastikan jumlahnya. Ia mengatakan kemungkinan besaran jumlahnya akan keluar di Agustus.

"Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit," ujarnya.

Sebagai informasi, program bagi-bagi kompor listrik pernah mengemuka. Namun, program ini akhirnya dibatalkan.

Kala itu, kompor listrik yang rencananya akan dibagikan sebanyak 300 ribu unit.

"300 ribu (kompor listrik) nggak jadi ya," ujar Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Adi Priyanto di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, 29 September 2022 silam.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads