Harga Minyak Langsung Turun Usai Blokade Selat Hormuz Mau Dibuka

Harga Minyak Langsung Turun Usai Blokade Selat Hormuz Mau Dibuka

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2026 06:30 WIB
Harga minyak melonjak dekati US$ 80/barel imbas serangan AS ke situs nuklir Iran. Ketegangan di Timur Tengah picu kekhawatiran pasokan global.
Ilustrasi.Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Harga minyak dunia turun usai tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan ini diikuti pembukaan Selat Hormuz yang selama ini diblokade.

Kontrak berjangka minyak mentah AS turun 4,8% menjadi US$ 80,80 per barel. Sementara minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional, melemah 3,9% menjadi US$ 83,89 per barel.

"Dengan ini kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari CNBC, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa sistem pungutan bagi kapal yang melintas. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, AS juga akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan berikutnya, Trump mengatakan Selat Hormuz akan resmi dibuka pada Jumat, bertepatan dengan upacara penandatanganan perjanjian damai yang dijadwalkan berlangsung di Swiss.

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat, minyak akan kembali mengalir dari kedua arah untuk kawasan dan dunia," ujarnya.

Sebelumnya, pasokan 20% minyak dunia melewati Selat Hormuz terhambat lantaran Iran menerapkan blokade. Langkah itu sebagai balasan atas serang militer AS dan Israel.
Gangguan di Selat Hormuz memicu krisis pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan AS dan Iran telah menyepakati penghentian permanen operasi militer di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon.

Sharif, yang berperan sebagai mediator, mengapresiasi komitmen AS dan Iran untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.

"Kami berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik bagi konflik ini," kata Sharif.

Sharif menambahkan para mediator akan memfasilitasi sejumlah pertemuan pekan ini guna menyiapkan pembahasan teknis serta penandatanganan resmi perjanjian damai.

Pekan lalu, CEO perusahaan tanker minyak Frontline, Lars Barstad, mengatakan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kemungkinan akan pulih dengan cepat apabila AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel.

"Saya sangat optimistis begitu situasi berbalik dan AS serta Iran mencapai suatu kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang pelayaran, maka lalu lintas kapal akan segera kembali normal," tutur Barstad.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads