PLN Buka-bukaan Alasan Sejumlah Wilayah Jawa Alami Pemadaman Listrik

PLN Buka-bukaan Alasan Sejumlah Wilayah Jawa Alami Pemadaman Listrik

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2026 14:20 WIB
Warga mengisi token listrik di Rusun Benhil, Jakarta, Rabu (14/9/2022). Kementerian ESDM menepis kabar bahwa daya listrik rumah tangga 450 VA akan dihapus. Sampai saat ini belum ada keputusan terkait hal itu.
Ilustrasi meteran listrik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas adanya pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang belakangan ini terjadi.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menyampaikan pemadaman listrik tersebut terjadi karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit. Menurutnya, ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik.

Oleh karena itu, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," ujar Greg dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Greg mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain. Selain itu, perusahaan juga melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

"PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," kata Greg.

Greg memastikan bahwa manajemen beban ini bersifat sementara. PLN memastikan bahwa kebijakan ini akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," ujar Greg menutup.



(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads