Bisakah Pertamax Turun Bulan Depan?

Bisakah Pertamax Turun Bulan Depan?

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2026 07:30 WIB
Warga mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke sepeda motor di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan bahwa kondisi BBM jenis Pertamax yang beredar saat ini sudah sesuai standar Pertamina dan tidak
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Harga minyak dunia belakang ini mulai turun. Kondisi ini terjadi usai meredanya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Apakah turunnya harga minyak dunia bisa membuat harga BBM nonsubsdi seperti Pertamax turun?

Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto menyampaikan peluang harga Pertamax turun terbuka lebar jika memang harga minyak dunia terus melemah dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, penetapan harga Pertamax akan mengikuti harga minyak dunia sebagaimana BBM non subsidi lainnya.

Hanya saja, Joko belum bisa memastikan kapan Pertamax akan mengalami penurunan, termasuk apakah penurunan harga bisa terjadi pada bulan depan. Dia mengatakan pihaknya masih perlu mencermati pergerakan harga minyak dunia pada bulan ini yang menjadi dasar dalam penentuan harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya intinya sebenarnya begini, untuk JBU ya itu Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia gitu. Nah ke depan seperti apa nanti kita lihat, karena kita basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya," ujar Joko ditemui di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 yang naik pada 9 Juni 2026 akan turun.

ADVERTISEMENT

"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Dengan prospek membaiknya kondisi perang AS-Iran dan harga minyak yang lebih rendah, Purbaya memandang kondisi pada kuartal II-2026 akan lebih baik. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih optimal.

"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki pondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," terang Purbaya.

"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," tambahnya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads