Bahlil Buka Suara soal Gas Industri Mahal Bikin 50 Ribu Buruh Terancam PHK

Bahlil Buka Suara soal Gas Industri Mahal Bikin 50 Ribu Buruh Terancam PHK

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2026 12:38 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di gedung ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026) terkait penemuan blok gas terbesar di Kutai, Kalimantan Timur. Pengumuman tersebut turut dihadiri oleh para pejabat E
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait kenaikan harga gas industri yang dikeluhkan oleh para buruh. Akibat kenaikan harga gas industri, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyebut setidaknya 50.000 orang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Bahlil mengatakan pasokan gas industri secara nasional dipastikan aman. Namun, ia tidak menampik adanya kenaikan harga untuk sektor non-HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu).

"Kalau gas secara keseluruhan, stok kita tidak ada masalah. Yang ada itu adalah ada kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT," ujar Bahlil usai acara Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beralih ke LNG

Bahlil menjelaskan sumur-sumur gas di wilayah Jawa Barat saat ini mengalami penurunan produksi. Untuk itu, beralih menggunakan gas alam cair (LNG) yang didatangkan dari timur Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Maka kemudian untuk menutupi itu pakai LNG. Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost. Nah, itu yang kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya ditaruh diberikan beban harga yang tinggi," beber Bahlil.

Bahlil mengaku telah bertemu dengan asosiasi serta buruh. Saat ini, pihaknya tengah melakukan rapat dengan PT Pertamina (Persero) untuk mencari formula angka yang ideal.

"Aku kan sudah rapat sama mereka sama asosiasi, sama buruh sudah. Sekarang saya lagi rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan harga," imbuhnya.

Ancaman PHK

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memperkirakan sekitar 50 ribu buruh terancam PHK seiring tingginya harga gas industri. Ancaman PHK ini disampaikan oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea usai menerima aspirasi dari perwakilan 15 perusahaan dan 15 Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PUK SP KEP) KSPSI.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar 3 jam itu, Andi Gani menerima laporan mengenai tingginya harga gas industri yang dinilai telah membebani dunia usaha dan mengancam keberlangsungan operasional perusahaan.

Ia menyebut, apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret, sekitar 50 ribu buruh berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, salah satu perusahaan keramik besar di Bekasi telah menyampaikan rencana melakukan PHK terhadap ratusan pekerja akibat tingginya harga gas industri.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat," kata Andi Gani dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Lihat juga Video: Harga Gas Industri Naik, 55 Ribu Buruh Akan Kena PHK

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads