Jaga-jaga Pertalite Diserbu Usai Pertamax Naik, Pasokan ke SPBU Digenjot

Jaga-jaga Pertalite Diserbu Usai Pertamax Naik, Pasokan ke SPBU Digenjot

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2026 15:25 WIB
Seorang petugas menunjukkan harga BBM jenis Pertalite yang sudah naik menjadi Rp10 ribu per liter di SPBU Maya jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per lit
Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal perpindahan konsumen ke Pertalite usai harga Pertamax naik. Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi untuk memastikan Pertalite tetap tersedia.

Bahkan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja selama 24 jam mengawasi distribusi BBM.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pertamina untuk mempercepat proses distribusi BBM ke SPBU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah, bahkan semalem, dari sore dari siang hingga semalam tim bekerja 24 jam ya, khususnya tim BPH Migas. Jadi, bekerja 24 jam memastikan ke Pertamina agar waktu pengiriman dipercepat. Karena kan intinya ini setiap hari dikirim sejumlah itu, tapi karena yang butuh panjang maka jumlahnya kan jadi harus cepat dipasok agar tidak terjadi antrean yang panjang," terang Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Adapun Laode mengatakan bahwa hingga saat ini realisasi konsumsi Pertalite masih sesuai dengan perencanaan.

ADVERTISEMENT

Terkait stok BBM Pertalite, ia mengatakan stoknya masih sangat tersedia.

"Masih sesuai. Sesuainya kalau realisasi konsumsi kan, kalau kita kan menjaga stok. Jangan sampai stoknya tidak tersedia, tapi kenyataan kan stok semua tersedia. Hanya bagaimana kita memanage pola suplainya ke konsumen ini biar tidak terjadi antrean yang panjang. Itu aja," ujar Laode.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads