Kapal Singapura Tertembak saat Melintas di Selat Hormuz

Kapal Singapura Tertembak saat Melintas di Selat Hormuz

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2026 10:25 WIB
Vessels at the Strait of Hormuz, as seen from Musandam, Oman, June 18, 2026. REUTERS/Stringer
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta -

Sebuah kapal diserang di Selat Hormuz pada Kamis (25/6) waktu setempat. Insiden ini memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangguhkan upaya evakuasi kapal-kapal yang sempat terjebak di jalur perairan strategis tersebut selama perang Timur Tengah berkecamuk.

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/6/2026), laporan serangan ini pertama kali diterima oleh United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Kapal tersebut melaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya sekitar 14 km (7,5 mil laut) di sebelah tenggara pelabuhan Dahit, Oman, tambah badan angkatan laut Inggris.

Sumber keamanan maritim lainnya mengatakan bahwa kapal tersebut kemungkinan besar menjadi sasaran drone, meski belum jelas siapa yang melakukan serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan keamanan maritim itu, kapal yang terkena serangan tersebut diidentifikasikan sebagai kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely. Dalam hal ini kapal diperkirakan berlayar sendiri karena tidak beroperasi di bawah kerangka evakuasi IMO.

ADVERTISEMENT

Masalahnya laporan terkait serangan kapal tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Iran memerintahkan kapal-kapal untuk berhenti menggunakan rute melalui selat tersebut tanpa izin dari Teheran.

"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah haluan pada Kamis pagi," jelas Al Jazeera menurut keterangan perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey.

Setelah insiden tersebut, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) yang dibentuk oleh Iran untuk mengelola Selat Hormuz, menyebut jika transit di luar rute yang telah ditentukan tidak akan tercakup dalam jaminan jalur aman. Mengindikasikan bahwa kapal-kapal itu bisa terkena serangan Teheran sewaktu-waktu.

"Konsekuensi yang timbul akibat melewati jalur yang tidak sah menjadi tanggung jawab pemilik, operator, dan komandan kapal," tambah PGSA pada X.

PBB Hentikan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz

Sejak Selasa (23/6) kemarin, Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang berada di bawah naungan PBB memulai inisiatif untuk mengevakuasi 600 kapal dan sekitar 11.000 pelaut yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz selama perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Badan keamanan perairan yang di bawah naungan PBB itu membantu mereka untuk segera meninggalkan kawasan Teluk melalui dua jalur, yakni melalui perairan Iran dan yang lainnya melalui perairan Oman dengan pengawasan AS.

Pada Kamis (25/6) kemarin, kepala IMO mengatakan rencana untuk memindahkan kapal-kapal yang terdampar keluar dari Teluk akan ditunda, seiring laporan serangan terhadap kapal berbendera Singapura.

"Saya telah memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan (rencana evakuasi) guna menegaskan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan semua kapal di wilayah tersebut," kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.

IMO menegaskan evakuasi kapal dan kargo yang tertahan di Selat Hormuz akan dilanjutkan kembali jika situasi dipastikan aman. Sehingga untuk saat ini mereka akan melakukan verifikasi kondisi untuk navigasi yang aman sebelum rencana tersebut dimulai kembali.

Halaman 2 dari 2
(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads